BERITA UTAMA

MBG Sukabumi Dihantui Keracunan, Ratusan Penyedia Makanan Bakal Dievaluasi

×

MBG Sukabumi Dihantui Keracunan, Ratusan Penyedia Makanan Bakal Dievaluasi

Sebarkan artikel ini
DITINJAU : Petugas medis saat meninjau siswa yang diduga keracunan usai menyantap makanan MBG di wilayah Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi pada beberapa waktu lalu.
DITINJAU : Petugas medis saat meninjau siswa yang diduga keracunan usai menyantap makanan MBG di wilayah Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi pada beberapa waktu lalu.

SUKABUMI – Maraknya kasus keracunan makanan yang menimpa ratusan pelajar di Kabupaten Sukabumi memaksa pemerintah daerah mengambil langkah tegas. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, memastikan akan menggelar evaluasi menyeluruh terhadap seluruh penyedia makan bergizi gratis (SPPG) dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Program MBG yang merupakan bagian dari prioritas nasional sejatinya bertujuan meningkatkan asupan gizi pelajar. Namun, sejak berjalan, tercatat empat insiden keracunan massal terjadi di Kecamatan Parakansalak, Cidolog, Cibadak, dan Palabuhanratu.

Bank bjb Tandamata

“Keselamatan anak-anak adalah prioritas. Semua kasus sudah ditangani di rumah sakit. Selanjutnya, kami akan rapatkan seluruh penyedia MBG untuk evaluasi,” ujar Ade Suryaman saat diwawancarai di Gedung Negara Pendopo Sukabumi, Jumat (26/9).

Ade menyebut, dari total 262 penyedia MBG yang terdaftar, baru sekitar 123 yang aktif. Evaluasi akan dilakukan untuk menakar kelemahan, kekurangan, dan kelebihan pelaksanaan program.

“Ini bukan pemanggilan, tapi forum bersama. Dari awal sudah kami tekankan bahwa makanan harus bersih dan aman. Tapi kenyataannya masih ada kejadian keracunan. Itu yang harus dikaji,” jelasnya.

Meski demikian, Ade menegaskan bahwa kewenangan penutupan program MBG berada di pemerintah pusat. “Tugas kami memastikan pelaksanaan di daerah berjalan sesuai standar dan aman,” katanya.

Ia juga menolak menyebut insiden ini sebagai bentuk keteledoran. Menurutnya, bisa jadi ada kelemahan dalam proses pengolahan, distribusi, atau penyimpanan makanan yang belum terdeteksi.