Marak Senpi Rakitan di Sukabumi, Polisi Tangkap Penjahat Jalanan Miliki Revolver

Senpi Rakitan
apolres Sukabumi AKBP Dedy Darmawansyah Nawirputra didampingi Kasat Reskrim Polres Sukabumi, AKP Rizka Fadhila memperlihatkan Senpi Rakitan dalam pers realease di Mapolres Sukabumi, Rabu (15/12).

SUKABUMI – Kepemilikan senjata api (senpi) rakitan illegal sepertinya cukup marak di Sukabumi. Bahkan, senpi ini kerap dijadikan senjata untuk melakukan tindak pidana kejahatan.

Terbaru, RI (35) terduga pelaku pencurian motor (curanmor) dan pecah kaca, terciduk memiliki senpi laras pendek rakitan jenis Revolver beserta peluru yang kerap digunakan untuk melancarkan aksinya. Pelaku kini sudah mendekam di balik dinginnya jeruji Mapolres Sukabumi.

Bacaan Lainnya

Kapolres Sukabumi, AKBP Dedy Darmawansyah Nawirputra mengatakan, penangkapan RI berawal dari lidik kasus curanmor pada 8 Desember 2021 lalu di wilayah Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi. Aksinya terekam kamera CCTV.

“Pelaku ini masuk TO (target operasi) kami dan berhasil diamankan. Hasil dari penggeledahan dari rumah RI, didapatkan senjata api berikut peluru enam butir kaliber 9 milimeter,” ujar Dedy didampingi Kasat Reskrim Polres Sukabumi AKP Rizka Fadhila dalam pers rilis di Mapolres Sukabumi, Rabu (15/12).

Dijelaskan Dedy, dari hasil pengakuan tersangka, dirinya sudah melakukan aksi curanmor enam kali di tempat berbeda dan satu kali melakukan aksi pecah kaca di wilayah Cicurug.

“Pelaku sudah beraksi di enam TKP (tempat perkara kejadian) curanmor dan satu pecah kaca untuk mengambil laptop di daerah Cicurug. Jadi jika ada yang merasa jadi korban pecah kaca, bisa langsung berkoordinasi dengan reskrim untuk laporanya serta kita akan perdalam lagi,” paparnya.

Untuk kepemilikan senpi sendiri, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman dari mana asal senjata tersebut.

“Tersangka kami kenakan Undang-Undang Darurat dengan ancaman pidana kurungan 20 tahun penjara.

Sedangkan untuk lima TKP, masih kita kembangkan lagi. Satu TKP kita limpahkan ke Polres Sukabumi Kota karena TKP-nya di wilayah kota,” jelasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *