BERITA UTAMAKOTA SUKABUMI

Mahasiswa Sukabumi Gelar Aksi Lanjutan Hari Ini, Hati-hati Penyusup

×

Mahasiswa Sukabumi Gelar Aksi Lanjutan Hari Ini, Hati-hati Penyusup

Sebarkan artikel ini

Menanggapi aksi represif oknum petugas tersebut, pihaknya bakal kembali menggelar aksi susulan. Tak hanya tuntutan pokok yakni pembatalan UU Ciptaker, pihaknya juga akan menuntut agar oknum petugas yang melakukan tindakan kekerasan kepada mahasiswa ditindak sesuai hukum yang berlaku.

“Kami akan menggelar aksi lanjutan besok (hari ini. red).

Bank bjb Tandamata

Berdasarkan data dari RSUD Syamsudin SH, mahasiswa yang menjadi korban saat melakukan unjuk rasa sebanyak delapan orang. Mereka dikategorikan luka ringan.

“Semuanya delapan orang, tujuh orang lainnya sudah pulang. Sementara 1 orang lagi masih dirawat untuk dilakukan observasi,” ujar Case Manager Keluhan dan Informasi RSUD Syamsudin SH, Yusuf Ginanjar.

Mahasiswa yang mengalami luka diantaranya, Al mahasiswa STKIP PGRI Sukabumi luka ringan bekas pukulan, DN mahasiswa STISIP Syamsul Ulum mengalami robek dibagian kepala bekas benda tumpul (pukulan), IB mahasiswa kampus ekonomi di Sukabumi luka di robek di kepala empat jahitan, AN mahasiswa Nusa Putra kepala benjol dan kaki sama tangan memar, PR mahasiswa STIE PGRI Sukabumi luka ringan di kepala, GL mahasiswa STISIP Syamsul Ulum luka ringan di bagian punggun belakang sama dada akibat pukulan dan yang terakhir mahasiswi STIE PGRI luka ringan. “Satu mahasiswa lainnya, adalah korban dari ricuh pertama di depan DPRD Kota Sukabumi yaitu mahasiswa berinisial PC dari STKIP PGRI Sukabumi,” lanjutnya.

Terpisah, Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Sumarni menjelaskan, ketegangan bermula saat ada sekelompok mahasiswa yang datang ke tenga-tengah massa sambil membawa suar. Suar itu dinyalakan di tengah-tengah kerumunan mahasiswa.

“Suar itu hampir dilemparkan ke kerumunan, tapi sudah kami amankan. Terjadi aksi dorong-dorongan, mahasiswa memaksa masuk ke kantor DPRD. Kemudian ada yang melempar batu, (botol) air mineral ke petugas, terjadilah sedikit kericuhan. Akhirnya kami semprot menggunakan water canon,” jelas Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Sumarni kepada Radar Sukabumi, Kamis (8/10).

Setelah terjadi penyemprotan water canon, akhirnya massa berhasil dibubarkan. “Kami sudah mempunyai bukti-buktinya. Ada pelemparan batu kepada petugas, ada mobil yang dirusak juga.