Kolecer Jadi ‘Lemari Pribadi’, DitemukanPakaian Dalam dan CD

  • Whatsapp
OBIAH/RADARSUKABUMI kepsen LITERASI : Kotak literasi cerdas (Kolecer) yang berada di Alun-alun Kota Sukabumi sempat digunakan para berandalan sebagai lemari pribadi.

RADARSUKABUMI.com, CIKOLE — Salah satu fasilitias milik Pemerintah Daerah (Pemda) kembali diusili orang tidak dikenal. Kali ini penyimpanan buku pada Kotak Literasi Cerdas (Kolecer) yang terletak di Alun-alun Kota Sukabumi ditemukan tumpukan baju bekas dan celana dalam (CD).

Aksi tidak terpuji tersebut diduga dilakukan para berandalan yang kerap mundar mandir disekitar Kota Sukabumi.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Sukabumi, Nicke Siti Rahayu, mengaku berang dan kecewa dengan perilaku yang dilakukan para berandalan tersebut.

Bahkan, Ia pun sempat melakukan teguran keras kepada para berandalan yang kedapatan menyimpan barang dan pakaian bekasnya di dalam kotak penyimpanan Kolecer.

“Saya tegur mereka karena sering sekali menaruh gitar juga pakaian mereka disana (Kotak Literasi). Selama ini mereka ibaratkan Kotak Literasi seperti lemari pribadi saja dan itu membuat saya kesal,” ujarnya saat dihubungi oleh Radar Sukabumi, Selasa (3/4).

Nicke menambahkan, penemuan pakaian bekas dan celana dalam ini tidak hanya sekali ditemukan. Bahkan, kondisi itu sudah berulang kali terjadi saat petugas melakukan pengecekan pada sore hari.

Untuk itu, pihaknya meminta unsur Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) agar melakukan tindakan. “Sudah dilaporkan dan diamankan oleh pihak Sat Pol PP, namun solusi kami nanti akan menggunakan gembok saja pada kotak wakafnya dan hanya dibuatkan lubang kecil yang seukuran buku agar warga mudah memasukkan buku,” tegasnya.

Saat ini, pihaknya tengah menyiapkan Kolecer baru yang diberikan oleh salah satu Bank swasta kepada Pemerintahan Kota Sukabumi.

“Sekarang kami fokus untuk meningkatkan pelayanan kepada warga Kota Sukabumi dengan meletakkan satu Kolecer baru yang diberikan Bank BJB kepada kami dan kini kami taruh di Lapang Merdeka,” jelasnya.

Kolecer itu, lanjut Nicke, tidak sama dengan kolecer pada umumnya, sebab di desain oleh pemberi hibah. Bahkan Kolecer yang berada di Lapang Merdeka dilengkapi kanopi dan juga dua tempat duduk.

Di lokasi yang berbeda, Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah (Kabid Gakda) Kota Sukabumi, Sudrajat, mengatakan pihaknya sudah menertibkan para berandalan yang berkeliaran di sekitar Kolecer.

“Hari ini juga kami terus melakukan pemantauan kepada para anak punk yang sering berada di lokasi,” jelas Ajat panggilan akrabnya.

Sementara itu, kata Ajat, berandalan yang kerap meresahkan warga di Kota Sukabumi sama sekali bukan warga Kota Sukabumi.

“Ada yang dari Kabupaten Sukabumi, dari luar kota seperti Bogor dan Indramayu,” ujar Ajat.

Mirisnya, lanjut Ajat, berandalan tersebut terkesan gelandangan karena tidur di mana saja dan mengaku bahwa mereka sudah tidak dicari oleh orang tuanya.

Ajat menambahkan, selalui melakukan pembinaan, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kota Sukabumi guna melakukan penanganan selanjutnya. Sebab Sat Pol PP hanya bertugas mengamankan wilayah yang dianggap meresahkan warga sekitar.

“Ya sebaiknya anak punk di bawa ke panti rehabilitasi di tempat yg semestinya atau disuruh pulang ke kota masing-masing,” pungkasnya.(cr5/d)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *