Kisah Perjuangan Aldiansyah Demi Biaya Sekolah, Luangkan Waktu Berjualan Telur Asin

  • Whatsapp
Aldiansyah saat berjualan telur asin di Jalan Taman Bahagia, Kelurahan Nyomplong, Kecamatan Warudoyong Kota Sukabumi, Kamis (19/11).

RADARSUKABUMI.com – ‘Anak sekecil itu berkelahi dengan waktu. Demi satu impian yang kerap ganggu tidurmu. Anak sekecil itu tak sempat nikmati waktu. Dipaksa pecahkan karang, lemah jarimu terkepal’.

Penggalan lirik lagu penyanyi Iwan Fals berjudul Sore Tugu Pancoran ini, tampaknya mewakili kehidupan Aldiansyah (10) siswa SDN Bunut Kota Sukabumi sejak kelas tiga SD berjualan telur asin di pinggir Jalan Tanam Bahagia, Kelurahan Nyomplong, Kecamatan Warungdoyong.

Bacaan Lainnya

BAMBANG SURYANA, Sukabumi

Di bawah terik matahari, Aldiansyah duduk dan bersadar pada pagar setinggi satu meter dilahunannya dia memegang erat sebuah wadah berwarna biru tepat dilahunannya yang berisi telur asin. Anak yang saat ini duduk di bangku kelas 5 SD ini berjulan terlur asin mulai dari sekitar pukul 12.30 WIB hingga 17.30 WIB.

Hampir setiap hari dirinya, Aldiansyah duduk tanpa alas dan penutup didepan rumah bekas yang sudah lama tidak dihuni serta telah dipenuhi rumput yang merambat hingga kepangar. Telur asin yang ia dagangkannya itu dijual seharga Rp 5.000 perbutir.

Saat itu waktu tepat menujukan pukul 14.30 WIB. Tetapi, bocah yang menggunakan baju muslim dan longgar serta celana panjang berwarna hitam ini sudah menjual 30 butir telur. Dirinya berjualan atas keinginannya sendiri, dan hasil penjualannya itu ditabungkan untuk bekal melanjutkan sekolah masuk ke SMP.

“Setiap hari saya berjualan telur di sini. Telur yang terjual mulai dari 30 sampai 60 butir berharinya,” kata Aldiansyah saat disambangi Radar Sukabumi, Kamis (19/11).

Anak pertama dari pasangan Yadi dan Neni itu, mencerikan dirinya masih memiliki tiga orang adik laki-laki yang masih kecil, adik pertamanya sudah sekolah di sekolah dasar kelas tiga dan yang kedua sudah memasuki Pendidikan Anak Usia Dini (Paud) sedangkan yang bungsu masih beusia tiga tahun.

“Ibu sehari-harinya sama berjulan telur asin juga, sedangkan ayah ada di rumah menjaga warung dirumah,” paparnya.

Meskipun masa kecilnya diharuskan membantu keluarganya, Aldi bercita-cita ingin melanjutkan sekolahnya hingga keperguruan tinggi, agar bisa menyenangkan keluarga serta membantuk adik-adiknya agar tida bernasib sama dengan dirinya. “Saya bercita-cita bisa melanjutkan sekolah sampai perguruan tinggi,” pungkasnya. (bam)

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *