“Untuk itu, acara MPLS ini pun dilakukan secara singkat, selesai upacara siswa langsung pulang dan selanjutnya mengikuti materi MPLS melalui online,” lanjut Yudi.
Berbeda dengan Kabupaten Sukabumi, justru kegiatan hari pertama MPLS di Kota Sukabumi yang notabene berstatus zona hijau siswa baru jenjang SMP, SMA/SMK negeri dan swasta serentak melaksanakan secara daring atau media online. Hal ini dilaksanakan untuk memberikan rasa aman dari terhindarnya penyebaran Covid-19.
“Meskipun masuk zona hijau, tetapi tetap harus lebih waspada. Apalagi kita masih menunggu izin dari gugus tugas dan Kemendikbud tentang pemberlakukan KBM tatap muka.
Makanya di hari pertama tahun ajaran baru, kita belum bisa melaksanakan KBM tatap muka begitu juga dengan kegiatan MPLS nya,” terang Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi, Nicke Siti Rahayu.
Dikatan mantan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Sukabumi ini, pelaksanaan MPLS dilakukan secara daring, luring dan campuran.
Untuk daring, semua siswa dan juga sekolah harus siap sarana dan prasarana terutama jaringan internet karena akan melalui media online. Sementara luring, siswa hanya perlu menonton acara di televisi salah satunya TVRI dan guru memberikan tugas kepada siswanya.
“Untuk kegiatan MPLS nya sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Masing-masing guru akan mengenalkan diri kepada siswa terus nanti ada juga pemberian materi melalui daring bisa menggunakan aplikasi zoom.
Untuk hari pertama, semua sekolah wajib memberikan materi tentang Covid-19 seperti memberikan pemahaman, tata cara protokol kesehatan dan bagaimana saat nanti menerapkan protokol saat pembelajaran tatap muka di sekolah,” tuturnya.
Nicke berharap pelaksanaan MPLS yang dilaksanakan selama satu pekan kedepan ini, bisa terlaksana dengan lancar dan sekolah tidak membenani orang tua. (wdy/den/t)






