Kawasan Jajanan Dago Sukabumi Ditutup, Pedagang Curhat ke Dewan Soal nasib ‘Perut’

  • Whatsapp
Dago Sukabumi
MENINJAU : Anggota DPRD Kota Sukabumi saat menyambangi para pedagang di kawasan Dago, (Foto:Ist)

SUKABUMI — Pedagang jajanan di Kawasan pedestrian Ir H Juanda atau dikenal sebutan Dago ditutup oleh pemerintah kota Sukabumi. Setelah adanya kasus covid-19 yang menimpa sejumlah pedagang.

Kondisi tersebut membuat para pedagang tidak bisa berjualan kembali dan para pedagang mengadukan nasibnya ke DPRD Kota Sukabumi.

Bacaan Lainnya

” Iya tadi kami selepas rapat di kantor, melihat keluar ( Pedestrian Dago) ada kerumunan. Ternyata para pedagang tidak bisa berjualan karena ada yang positif,” ujar Ketua Komisi II DPRD Kota Sukabumi, Ivan Rusvansyah kepada Radar Sukabumi, Senin (21/6).

Mereka ( para pedagang) mengeluh dengan kondisi seperti ini kata Ivan mereka tidak mempunyai penghasilan. Apalagi informasinya penutupan kawasan pedestrian dago ini selama 10 hari.

” Saya berharap pemerintah mengkaji kembali keputusannya. Bukan kita tidak mengindahkan adanya kasus covid-19. Namun ada solusi yang terbaik, disatu sisi pencegahan harus dilaksanakan, disisi lain pemulihan ekonomi harus dilakukan salah satunya para pedagang ini,” ujarnya.

Dirinya berharap pemerintah bisi mempertimbangkan kembali penutupan para pedagang jajanan di kawasan dago ini. Soalnya, kasus covid-19 ini bukan hanya terjadi diwilayah dago saja, tapi area pusat perbelanjaan seperti mall, pasar tradisional dan lainnya kemungkinan bisa terjadi. Tapi apakah kawasan tersebut ditutup.

” Ya pedagang disini juga bisa dibagi waktu berdagangnya, atau tidak ada boleh yang makan disini tapi harus take away. Atau mereka harus menggunakan Prokes yang ketat dengan diawasi oleh aparat pemerintah. Semoga ada solusi lain dari pemerintah,” jelasnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Kota Sukabumi dari Fraksi Demokrat, Maming Surita mengatakan kepada pemerintah untuk bisa memberikan rasa keadilan. Artinya pemerintah tidak membuat keputusan yang menjadi kecemburuan masyarakat.

” Tolong lah bijaksana, mengerti jangan pandang bulu. Mereka itu berdagang untuk mencukupi keperluan sehari -harinya. Berikan juga solusi untuk mereka,” pungkasnya. (bal/d)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *