Kasus DBD Kota Sukabumi, 4 Bulan Capai 332 Kasus

  • Whatsapp

Lanjut Lulis, kenaikan hanya terjadi pada jumlah kematian pada 2019 hanya sebanyak dua kasus. Sehingga upaya kewaspadaan harus tetap dilakukan.

Di antaranya lanjut Lulis, dengan melakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) 3M plus.

Bacaan Lainnya

“Gerakan itu yakni menguras atau membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, dan tempat penampungan air minum.

Selain itu menutup rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum dan toren air,” terangnya.

Selanjutnya memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk yang menularkan demam berdarah.

Di sisi lain upaya lainnya atau plus seperti menaburkan bubuk abate pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan.

“Upaya lainnya yang harus dilakukan adalah membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di tengah masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Walikota Sukabumi Achmad Fahmi meminta warga tetap mewaspadai penyebaran penyakit DBD di tengah pandemi Covid-19. Sebab dikhawatirkan kasusnya mengalami kenaikan.

Sehingga pemkot meminta warga menggalakan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di lingkungannya masing-masing.

” Sebab nyamuk berkembang biak di genangan air dan harus jadi perhatian,” pungkasnya. (Bal)

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *