Kalau Target Zakat Sukabumi Rp1 Miliar untuk Infrastruktur, Bagaimana?

Zakat (ilustrasi)
Zakat (ilustrasi)

SUKABUMI, RADARSUKABUMI.com – Baznas Kota Sukabumi telah menetapkan besaran zakat fitrah tahun 2019 ini yakni beras 2,5 kg atau 3,5 liter yang bila dikonversi menjadi Rp 30.000 per orang. Sedangkan target jiwa di Kota Sukabumi untuk membayar zakat sebanyak 100.000 jiwa.

Ketua III Baznas Kota Sukabumi, M. Kusoy sendiri menargetkan pengumpulan zakat fitrah sebesar 1 milyar pada tahun ini. Target tersebut, merupakan perhitungan dari pendapatan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat hingga akhir Ramadan. Artinya, target sebesar 1 miliar itu sudah melalui berbagai perhitungan dan musyawarah.

Bacaan Lainnya

“Tahun ini kita kita targetkan Rp 1 miliar atau lebih tinggi dari tahun lalu yang hanya Rp 300 juta. Target ini sudah melalui musyawarah dan perhitungannya dari ASN dan masyarakat Kota Sukabumi,” kata Kusoy kepada Radar Sukabumi.

Di sisi lain, ada isu yang berkembang di masyarakat tentang penggunaan zakat untuk pembangunan infrastruktur. Hal ini langsung dijawab oleh Direktur Utama Baznas pusat, Arifin Purwakananta.

Arіfіn mеnjеlаѕkаn bahwa penggunaan zakat untuk infrastruktur tеtар terkait dengan kеbutuhаn muѕtаhіk atau оrаng уаng berhak mеndараtkаn zakat. Iа mencontohkan, bіlа terjadi bencana di ѕuаtu daerah, Bаznаѕ ikut membantu menyediakan infrastruktur, seperti hunіаn sementara, аіr bеrѕіh, аtаu kаmаr mandi.

“Sеbеtulnуа іnfrаѕtruktur yang dibangun itu аdаlаh уаng mеmаng dіbutuhkаn untuk muѕtаhіk bukаn untuk masyarakat umum, bukan іnfrаѕtruktur уаng dіbауаngkаn mаѕуаrаkаt misalnya jalan tol,” kаtа Arifin.

Hal ini pun mendapat tanggapan dari Asep Suherman, warga Lembursitu, Kota Sukabumi. Menurut dia, pemerintah dan Baznas harus siap terbuka mengenai wacana tersebut. Sebab sejatinya dana zakat harus untuk ummat yang benar-benar membutuhkan.

“Ini ironi sebenarnya. Zakat itu kan harusnya diperuntukkan untuk masyarakat yang tidak mampu, kenapa malah membangun infrastruktur? Pemerintah dan Baznas harus transparan dan bertanggung jawab dalam menjawab persoalan ini agar tidak ada dusta di antara kita,” kata Asep.

Akan tetapi, lanjut Asep, jika memang maksud dari penggunaan zakat untuk infrastruktur seperti yang dipaparkan oleh Dirut Baznas pusat tersebut, pihaknya tak masalah. Walaupun tetap dianggap tidak tepat.

“Ya Baznas memang lembaga untuk membantu ummat. Tapi masa iya pakai uang zakat (untuk bangun infrastruktur)? Kan gak nyambung,” pungkasnya.

(izo/rs)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.