Inilah ‘Tersangka’ Banjir Bandang di Gunung Mas Puncak

  • Whatsapp
Tumpukan kayu dan bambu berukuran besar berserakan saat banjir bandang menyapu kawasan Gunung Mas, Puncak Bogor. Foto: Adi/PojokBogor.com

PUNCAK, RADARSUKABUMI.com – Usai Gunung Mas, Puncak Bogor, dilanda dua kali banjir bandang pada Selasa (19/1) kemarin, sejumlah kayu dan bambu dengan ukuran besar berserakan. Utamanya di Kampung Dulang RT 02 RW 03, Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.

Diduga, kayu dan bambu itulah yang menyebabkab banjir bandang pada pagi dan siang kemarin.

Bacaan Lainnya

Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan menyatakan, tidak jauh dari lokasi banjir bandang, memang terdapat hutan. Akan tetapi, ia membantah bahwa telah terjadi penebangan liar di kawasan hutan tersebut.

“Itu karena durasinya airnya yang cukup kuat. Terus dua minggu yang lalu di sana ada curug Cisampay longsor,” ujarnya kepada PojokBogor.com, Rabu (20/1/2021).

Dari longsoran itu, sambungnya, menyisakan tumpukan material tanah dan kayu.

“Hujan kemarin 24 jam non stop. Akhirnya tidak kuat nahan debit air yang tinggi,” sambungnya.

Sementara, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Budi Pranowo menyebut, luapan air Kali Cisampay terjadi sejak Selasa pukul 04.00 WIB. Luapan air kemudian menyapu sekitar Kali Cisampay hingga memasuki kawasan Agro Wisata Gunung Mas.

“Hujan dari Senin malam itu di kawasan Puncak. Masyarakat juga langsung berlarian mencari tempat aman,” kata Budi.

Sampai saat ini, pihaknya masih terus melakukan pendataan kerugian materi akibat banjir bandang tersebut.

“Belum diketahu kerugian materialnya. Masih didata terus di lapangan,” kata dia.

Sementara, ratusan warga sudah dievakuasi ke masjid dan tempat yang lebih aman.

“Tim BPBD terdiri dari tim evakuasi dan perlengkapan, tim tenda shelter logistik, serta tim P3K dengan ambulans untuk jemput apabila ada pengungsi,” kata Budi.

(PS/izo)

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *