BERITA UTAMA

Identitas Nelayan Sukabumi Hilang di Perairan Ujung Genteng 

×

Identitas Nelayan Sukabumi Hilang di Perairan Ujung Genteng 

Sebarkan artikel ini
Kondisi KM. PTR 01 yang AKB nya dilaporkan hilang setelah diduga terjatuh ke laut di perairan Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi
Kondisi KM. PTR 01 yang AKB nya dilaporkan hilang setelah diduga terjatuh ke laut di perairan Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi

SUKABUMI – Seorang nelayan anak buah kapal (ABK) KM. PTR 01 dilaporkan hilang setelah diduga terjatuh ke laut di perairan Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap,  Kabupaten Sukabumi, Minggu (27/4/2025).

Kasat Pol Airud Polres Sukabumi, AKP Nandang Herawan, membenarkan kejadian tersebut. Korban diketahui bernama Zamakh Sari Ahmad (19 tahun), seorang nelayan asal Dusun Singkil, Desa Astanajapura, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon.

Bank bjb Tandamata

Menurut keterangan, kata Nandang kapal KM. PTR 01 berangkat dari Ujunggenteng pada Selasa, 22 April 2025, sekitar pukul 13.00 WIB menuju perairan Cibuni untuk menangkap ikan.

 “Pada Minggu pagi, saat kapal hendak kembali ke Ujunggenteng, tepatnya sekitar pukul 09.00 WIB di tengah perjalanan, korban diduga terjatuh ke laut dan hilang,” ujar Nandang dalam keterangan yang diterima Radar Sukabumi. Minggu (27/4/2025).

 “Informasi awal kami terima dari pemilik kapal, H. Supardi atau yang akrab disapa H. Kancil, yang mendapatkan laporan dari nakhoda kapal, Wiharjo. Korban hilang saat kapal berada di tengah laut dan hingga kini belum ditemukan,” imbuhnya.

Saksi-saksi yang mengetahui kejadian tersebut kata Nandang di antaranya Wiharjo, selaku nakhoda KM. PTR 01, dan Asep Sudiana, seorang nelayan setempat asal Kampung Kalapa Condong, Desa Ujunggenteng yang kemudian mereka langsung melapor untuk segera ditindaklanjuti dengan upaya pencarian sementara.

 “Begitu kami menerima laporan, personel Satpol Airud Polres Sukabumi melalui Pos Polisi Ujung Genteng langsung berkoordinasi dengan pelapor dan ketua rukun nelayan Ujung Genteng untuk upaya pencarian,” terangnya.

“Langkah-langkah awal sudah kami ambil, selain melakukan pencarian juga berkoordinasi dengan berbagai unsur terkait,” sambungnya.

Masih kata Nandang, hingga saat ini upaya pencarian terhadap korban terus dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk nelayan setempat yang tergabung dalam tim gabungan.

 “Mudah mudahan korban dapat segera ditemukan, kepada masyarakat juga kami himbau untuk tetap waspada dan berhati hati saat melakukan aktivitasnya, mengingat cuaca masih belum bersahabat,” tandasnya. (ndi/d)