Menurut Ajat, berdasarkan informasi cuaca yang diterimanya dari Badan Metreologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), wilayah Sukabumi dalam waktu dekat akan dilanda angin dan hujan serta berpotensi petir. Namun dalam kejadian ini, kondisi cuaca tengah mendung dan tidak turun hujan.
“Belum ada hujan saat kejadian, hanya memang prediksi BMKG wilayah Sukabumi ini akan dilanda hujan disertai petir. Bisa saja, karena ketinggian tower dan handphone yang dibawa korban, serta melihat awan mengandung kadar air lebih tinggi, maka terjadilah petir. Namun nahasnya, saat petir itu menyambar langsung mengenai korban,” akunya.
Dengan informasi yang diperolehnya dari BMKG, Ajat berharap seluruh wisatawan maupun warga Sukabumi supaya berhati-hati dan menghindari tower tegangan tinggi. Hal ini terlebih lagi saat hujan mulai melanda.
“Semoga kejadian ini bisa menjadi pembelajaran bagi semuanya. Tetap berhati-hati dan hindari tempat-tempat yang rawan memancing petir menyambar,” pungkasnya.
Danramil Tegalbuleud, Kapten Inf Kusmana menambahkan, akibat sambaran petir, korban mengalami luka cukup serius di bagian kaki kiri. “Di saku kiri itu ada handphone. Mungkin itu penyebabnya petir menyambar korban hingga meninggal di lokasi,” timpalnya.





