Namun dari sisi lalu lintas kata Abdul Pihaknya akan terus melakukan evaluasi. Mudah – mudahan mobilitas di wilayah tersebut tetap terkendali.
Ditambahkannya, diakui Abdul sebenarnya Dishub mengalami kerugian pendapatan dari sisi pendapatan Retribusi Parkir. Padahal Jalan Ahmad Yani itu merupakan sumber potensi retribusi parkir paling tinggi.
“Sehari bisa mencapai Rp. 7 juta, saat ini selama hanya Rp 1 juta. Tapi yang terpenting kepentingan masyrakat dalam upaya mengurangi mobilisasi dan mencegah penularan Covid-19,” pungkasnya.






