Hari Ini, Relawan Radar Sukabumi Berangkat ke Lumajang

Relawan Radar Sukabumi
Relawan Radar Sukabumi, Wahyu mempersiapkan perlengkapan untuk keperluan selama berada di Lumajang dalam membantu para korban bencana erupsi Gunung Semeru.

RADAR Sukabumi mengirim relawan ke Lumajang, Jawa Timur hari ini (6/12). Relawan Radar Sukabumi ini, bakal bergabung bersama tim dari Gerak Anak Negeri Radar Bogor (induk Radar Sukabumi).

“Insya Allah relawan kami bakal berangkat Pukul 10.00 WIB bersama tim dari Relawan Anak Negeri Radar Bogor,” tutur Pimpinan Redaksi Radar Sukabumi, Rahmad Yanadi.

Bacaan Lainnya

Bencana erupsinya Gunung Semeru sendiri, diketahui menelan banyak korban. Sehingga, untuk membantu para korban akibat bencana tersebut, membutuhkan uluran tangan semua pihak. “Ini sebagi salah satu bentuk kepedulian atas musibah yang menimpa saudara-saudara kita di Lumajang,” tambahnya.

Diketahui, relawan Gerakan Anak Negeri Radar Bogor dan relawan Radar Sukabumi akan berangkat bersama tim medis dan tim ahli urut Cimande. Bahkan, CEO Radar Bogor Group, Hazairin Sitepu pun akan ikut dalam rombongan.

Sedangkan, Relawan Radar Sukabumi, Wahyu mengaku senang bisa berangkat ke Lumajang untuk membantu para korban bencana erupsi Gunung Merapi. Baginya, ini menjadi salah satu ladang ibadah.

“Saya sangat senang dan siap berangkat ke Lumajang. Mohon doanya agar semua berjalan lancar dan para korban diberikan ketabahan,” tuturnya.

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Minggu sore proses pencarian dan evakuasi korban masih terus dilakukan.

Namun kendala utama yang dihadapi diantaranya adalah masih dinamisnya aktivitas Gunung Semeru. Pencarian sempat dihentikan pada Minggu pagi karena adanya peringatan luncuran APG dari kawah Jonggring Seloko.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Andiani mengatakan, pihaknya mencatat setidaknya 2 kali luncuran APG pada Minggu (5/12). Yang pertama adalah sekitar pukul 05.13 WIB kemudian sekitar pukul 05.00 WIB.

Berdasarkan pengamatan di lapangan, luncuran APG yang terjadi pada Sabtu sore mencapai jarak terjauh 11 kilometer. Sementara yang terjadi pada Minggu pagi sejauh 2 kilometer.

Dengan luncuran APG pukul 10.00 WIB tidak bisa teramati karena kondisi cauca. “Tapi memang jarak luncurnya sudah berkurang,” jelas Andiani.

Andiani mengatakan, Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru sebelumnya sudah mengeluarkan peringatan munculnya PAG pada tanggal 1 Desember 2021.

Kemudian dilanjutkan pada tanggal 2 Desember melalui surat maupun informasi Whatssapp Group (WAG) kepada stakeholder terkait.

Status Gunung Semeru saat luncuran APG hingga saat ini kata Andiani masih di level 2 (waspada) itu karena PPGA tidak mengamati aktivitas signifikan dari dapur magma Semeru.

Status ini sudah berlangsung sejak Mei 2012 “Tidak teramati gempa tektonik dalam. Kegempaan masih merupakan gempa-gempa yang sifatnya dangkal. Baik itu hembusan maupun guguran. Jadi sampai saat ini statusnya masih level 2. Tapi ini terus kami evaluasi. Bisa saja berubah,” jelasnya. (nur)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *