Di sisi lain, pemerintah melakukan berbagai upaya demi menekan potensi kecelakaan yang memakan korban selama mudik tahun ini. Salah satunya dengan menggaet TNI untuk menggulirkan program mudik gratis. Kemarin (18/4) Angkatan Laut memberangkatkan KRI Banjarmasin-592 ke Semarang dan Surabaya dari Dermaga Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Tanjung Priok, Jakarta Utara. Tidak kurang 861 pemudik pulang kampung naik kapal perang tersebut.
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali melepas langsung keberangkatan ratusan pemudik itu.
”Kami melaksanakan mudik gratis dalam rangka membantu pemerintah mengurangi angka kecelakaan di jalan. Khususnya pemudik yang menggunakan sepeda motor,” ungkap Ali kepada awak media. Karena itu, TNI AL giat mengajak pemudik sepeda motor untuk ikut dalam program mudik gratis yang mereka selenggarakan.
Hasilnya ada 260 sepeda motor turut serta dalam pelayaran KRI Banjarmasin-592. Seluruhnya milik para pemudik. Dari total 861 pemudik, lanjut Ali, 52 diantaranya merupakan balita. Dia sudah memerintahkan anak buahnya untuk memisahkan ruang istirahat ibu-ibu dan balita dengan ruang istirahat pemudik lainnya. Oleh TNI AL, mereka diberi tempat istirahat yang dilengkapi ranjang serta fasilitas pendingin ruangan.
Itu penting untuk memberikan rasa nyaman kepada para pemudik. Maklum, mudik naik kapal perang dari Jakarta ke Semarang butuh waktu satu hari. Sementara ke Surabaya lebih lama lagi. Waktu tempuhnya dua hari.
”Besok (hari ini, Red) sudah sampai di Semarang. Kemudian dari Semarang lanjut ke Surabaya,” ujar dia. Di Semarang, pihaknya membuka diri bila ada masyarakat yang ingin ikut mudik sampai ke Surabaya.
Selain fasilitas tempat istirahat yang memadai, TNI AL bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) memberikan makanan serta minuman untuk sahur dan buka puasa. Seluruhnya gratis untuk para pemudik yang pulang kampung naik kapal perang.
Dengan begitu, mereka tidak perlu keluar biaya sepeserpun. Tinggal daftar, datang sesuai jadwal keberangkatan, menikmati perjalanan dengan tenang, kemudian sampai kampung halaman.
Tidak hanya nyawan, Laksamana Ali mengungkapkan bahwa mudik naik kapal perang jauh lebih aman ketimbang mudik naik sepeda motor.
”Kalau menggunakan kapal, motornya bisa diparkir saja dalam kapal. Pemudiknya bisa istirahat,” kata dia. Setelah mudik, orang nomor satu di TNI AL itu memastikan bahwa instansinya akan mengadakan program serupa saat arus balik. Pemudik yang hendak kembali ke daerah perantauan bisa naik kapal perang dan Surabaya dan Semarang.
Ikhtiar lain yang dilakukan oleh Angkatan Laut untuk membantu pemerintah melancarkan arus mudik tahun ini adalah program mudik bersama. Kemarin Ali melepas keberangkatan 135 bus yang mengangkut 6.170 prajurit TNI AL dan keluarga untuk pulang kampung dari Jakarta ke berbagai daerah di Jawa.
”Bus itu adalah mudik gratis juga. Tapi, khusus untuk prajurit TNI AL,” jelas pejabat TNI yang berpengalaman mengawaki kapal selam tersebut.
Bukan hanya TNI AL, mudik bersama juga dilakukan oleh TNI AU dan TNI AD. Kemarin TNI AD memberangkatkan 36 bus dari Markas Besar TNI AD di Jakarta Pusat. Secara keseluruhan ada 1.638 prajurit TNI AD, keluarga prajurit TNI AD, dan PNS TNI AD yang turut serta dalam mudik bersama tersebut.
”Mudik Bersama secara terkoordinir juga mengurangi jumlah penggunaan kendaraan pribadi,” kata Asisten Personel KSAD Mayjen TNI Darmono Susastro.
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melepas keberangkatan 24 unit bus mudik bareng tujuan Jawa Timur. Mudik bareng ini membawa 1.080 orang warga Jawa Timur yang selama ini merantau di Jakarta dan sekitar.
Rute atau tujuan mudik bareng itu terdiri dari beberapa klaster. Diantaranya adalah kabupaten-kabupaten di Pulau Madura. Kemudian juga klaster Lumajang, Jember, sampai Banyuwangi yang terdiri dari dua armada bus. Khofifah berharap ke depan jumlah armada bus mudik bareng gratis untuk warga Jawa Timur bisa ditambah.
Mantan Menteri Sosial itu mengatakan mudik gratis digelar untuk mengurangi beban lalu lintas. Selain itu juga menekan resiko kecelakaan di jalan raya. ’’Mengurangi volume lalu lintas demi kenyamanan dan keamanan pengguna jalan yang lain,’’ kata Khofifah.
Dia mengatakan perhitungan awal jumlah pemudik tujuan Jawa Timur diperkirakan berjumlah 18,1 juta jiwa. Tetapi Khofifah mengatakan, sekitar sepekan yang lalu Kementerian Perhubungan menyampaikan jumlah pemudik tujuan Jawa Timur melonjak menjadi 21,2 juta.
’’Jadi ada tambahan 3,1 juta pemudik (tujuan Jawa Timur),’’ paparnya. Khofifah mengatakan sudah menggelar rapat persiapan teknis untuk menyambut kedatangan para pemudik itu. Diantaranya adalah menginstruksikan supaya Dinas Perhubungan Jawa Timur dan Dinas Kesehatan Jawa Timur untuk bersiaga penuh selama libur lebaran.
Selain itu Pemprov Jawa Timur juga melibatkan Tagana dan personel BPBD. Pelibatan ini dilakukan menyikapi adanya prediksi dari BMKG, yang menyebutkan lebaran tahun ini disertai potensi hujan lebat dan angin kencang. Untuk kelancaran layanan para pemudik, juga dilibatkan personel dari Pramuka.
Khofifah juga berpesan kepada para pengelola tempat pariwisata. Supaya melakukan audit kesiapan menyambut para wisatawan. ’’Sejak sebelum Ramadan sudah kami surati untuk mengecek semua kesiapan,’’ katanya. Pengecekan itu penting untuk keamanan dan kenyamanan para wisatawan.
Dia mencontohkan tempat wisata air atau pantai, harus menyiapkan layanan balon pelampung yang mencukupi.
’’Jangan sampai diprediksi yang datang ribuan, balon pelampungnya Cuma ada 20 biji. Ini kan jauh sekali jumlahnya,’’ katanya. Khofifah kembali mengajak para pemudik, selain bersilaturahmi dengan keluarga juga menikmati wisata di Jawa Timur. (mia/syn/wan)






