DATA COVID-19 Update : 31 Maret 2020 pukul 16.00 WIB
Kasus PositifMeninggalSembuh
DKI Jakarta

747

83

48

Jawa Barat

198

21

11

Indonesia

1.528

136

81

Dunia (202 Negara)697.24333.257
BERITA UTAMAKOTA SUKABUMI

Gay Cetak Rekor HIV Aids Terbanyak di Kota Sukabumi Tahun 2019

SUKABUMI, RADARSUKABUMI.com – Dinas Kesehatan Kota Sukabumi menyebutkan bahwa perilaku seks menyimpang yakni LGBT (Lesbian, gay, biseksual dan transgender) merupakan penyumbang terbesar kasus HIV Aids di Kota Sukabumi. Bahkan jumlah kasus baru HIV Aids pun terus meningkat setiap tahunnya.

“Ya trennya cenderung meningkat tiap tahun,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) pada Dinkes Kota Sukabumi dr Lulis Delawati kepada Radarsukabumi.com, Selasa (18/2/2020).

Berdasarkan data laporan SIHA sampai dengan Desember 2019 pada Dinkes Kota Sukabumi, tahun 2019 tercatat 169 kasus baru HIV Aids. Angka ini, kata Lulis, adalah rekor terbanyak secara YoY (year on year) di Kota Sukabumi sejak tahun 2000.

Sebelumnya pada tahun 2017 tercatat 160 kasus baru sekaligus sebagai tahun dengan kasus terbanyak kedua di kota Sukabumi. Adapun yang terendah yakni pada tahun 2001 dengan temuan 2 kasus baru. Sehingga jumlah kumulatif kasus HIV Adis di Kota Sukabumi saat ini berjumlah 1.566 kasus.

“Tapi walaupun begitu peringkat Kota Sukabumi di Jawa Barat turun. Pernah peringkat ketiga, lalu turun jadi kelima. Sekarang Kota Sukabumi peringkat kesembilan,” sebut Lulis.

Lebih lanjut, masih dari sumber data yang ada, kasus HIV Aids yang ditemukan di Kota Sukabumi berdasarkan faktor risiko pada tahun 2019, yang terbanyak adalah lelaki suka lelaki (LSL) dengan 58 kasus. Indikator inipun dipertegas dengan grafik penemuan kasus HIV Aids berdasarkan jenis kelamin.

Loading...

Yang terbanyak adalah laki-laki dengan 112 kasus dan perempuan sebanyak 57 kasus.

“Intinya, Kementerian Kesehatan menyatakan bahwa LGBT adalah masalah kesehatan jiwa. Hal ini memiliki risiko terpapar IMS dan HIV Aids lebih tinggi dan menjadi penyumbang terbesar kasus HIV Aids khususnya LSL atau gay,” pungkasnya. (izo/rs)

Tags

One Comment

  1. Innalillahi…
    Miris, apalagi sukabumi kota santri. Sukabumi Religius dan Mandiri.
    Menandakan aktifitas gay mendapat “habitat tepat” di Sukabumi. Tidak akan selesai masalah hanya dengan sosialisasi penanggulangan penularan hiv/aids, sosialisasi kesehatan reproduksi, seminar dll.
    Harus tegas memposisikan bahwa aktifitas gay adalah aktifitas kriminal. Karena dlm perspektif Islam, itu bagian dr pelanggaran syariat Islam (jarimah) dlm hal penyaluran hasrat seks. Sehingga pelaku gay, harus mendapat hukuman yg dpt membuat jera atau hukuman yg bisa membuat berpikir 1000 kali pelaku gay yg masih beroperasi.
    Kepada pemerintah daerah Sukabumi, jadikan hukum Islam sebagai rujukan utama dalam menyelesaikan masalah Sukabumi. Itu tanda utama Sukabumi kota religius.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button