Meskipun warung ayam bakar ancur, namun BPBD Kota Sukabumi menyebut tidak ada korban jiwa maupun luka. Meski begitu, kerugian ditaksir mencapai delapan sampai sepuluh juta rupiah.
“Kami belum menerima informasi ada korban luka maupun jiwa, karena memang beberapa warung kosong dan pemilik warung ayam bakar pun sudah pulang sesaat setelah pohon kepala itu tumbang,” ujarnya.
BPBD Kota Sukabumi, sat ini memfokuskan untuk membenahi puing-puing pasca ambruknya pohon tersebut. Zulkarnain menghimbau kepada semua warga untuk tetap waspada dan siaga dengan kondisi lingkungan sekitarnya.
“Masyarakat diharapkan harus tetap waspada saat musim hujan ini, terutama warga yang berdekatan dengan sungai dan darah rawan longsor,” imbaunya. (upi/t)






