Dinkes Kota Sukabumi Warning Konsumsi Ciki Ngebul

Ciki-Ngebul
Ilustrasi Ciki Ngebul

SUKABUMI – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi, memberikan peringatan kepada warga agar tidak mengkonsumsi makanan ciki berasap nitrogen atau ciki ngebul (Cikbul).

Sebab makanan tersebut dapat berpotensi mengakibatkan keracunan. Hal itu, selaras dengan Surat Edaran (SE) Nomor SR.01.07/III.5/67/2023 perihal Pelaporan Kasus Kedaruratan Medis dalam Penggunaan Nitrogen Cair pada Makanan.

Bacaan Lainnya

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Sukabumi, Wita Darmawati mengatakan, pada pekan lalu Dinkes sudah mengeluarkan surat edaran terkait dengan pengawasan seluruh makanan.

Namun, tiba-tiba ada kasus Cikbul sehingga langsung mengeluarkan surat edaran secara spesifik untuk melarang mengkonsumsi makanan tersebut.

“Kami sudah membuat surat edaran itu, sekarang tinggal diedarkan. Ini juga masih lakukan assessmen sampai sejauh mana di Kota Sukabumi ada tempat yang menjual Cikbul,” kata Wita kepada wartawan, Selasa (10/1).

Wita menjelaskan, terkait bahaya mengkonsumsi Cikbul terhadap kesehatan anak karena mengandung nitrogen. Pasalnya, nitrogen bukan untuk dikonsumsi tetapi untuk kepentingan medis. Sebab itu, Dinkes mengeluarkan surat edaran supaya warga tidak mengkonsumsinya.

“Nitrogen ini digunakan untuk kepentingan medis di rumah sakit, selain oksigen ada nitrogen juga yang dibutuhkan, tapi penggunaannya harus ada pengawasan. Intinya penjualan Cikbul itu jangan dikonsumsi,” jelasnya.

Menururnya, Dinkes akan terus melakukan asesmen untuk mengetahui apakah ada pedagang Cikbul di Kota Sukabumi atau tidak.

“Kami juga sudah mengeluarkan surat edaran mengenai pengawasan terhadap sekolah, karena itulah tempat yang strategis untuk pedagang menjual Cikbul,” ungkapnya.

Wita mengaku, di Kota Sukabumi belum ada laporan adanya yang mengalami keracunan akibat cikbul itu, meski Dinkes juga belum tahu pasti apakah benar dapat mengakibatkan keracunan.

“Kami juga akan berkonsultasi dengan provinsi seperti apa tindaklanjutnya yang harus dilakukan terkait Cikbul itu,” pungkasnya. (bam)

Pos terkait