BERITA UTAMA

Dialog Ribuan GTK PPPK Paruh Waktu Sukabumi Berujung Kecewa

×

Dialog Ribuan GTK PPPK Paruh Waktu Sukabumi Berujung Kecewa

Sebarkan artikel ini
Ribuan GTK PPPK Paruh Waktu di Sukabumi menyampaikan aspirasi kepada Bupati, menuntut kesejahteraan dan kepastian status. Namun, dialog berakhir dengan rasa kecewa karena belum ada jawaban konkret. Honor Rp250 ribu per bulan dinilai tidak manusiawi. Pemerintah daerah berjanji terus memperjuangkan peningkatan penghasilan dan status penuh waktu.
Ribuan GTK PPPK Paruh Waktu di Sukabumi menyampaikan aspirasi kepada Bupati, menuntut kesejahteraan dan kepastian status. Namun, dialog berakhir dengan rasa kecewa karena belum ada jawaban konkret. Honor Rp250 ribu per bulan dinilai tidak manusiawi. Pemerintah daerah berjanji terus memperjuangkan peningkatan penghasilan dan status penuh waktu.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, menjelaskan bahwa status PPPK Paruh Waktu merupakan bagian dari regulasi nasional. Guru dengan status ini tidak lagi diperbolehkan mengakses Dana BOS sebagai tambahan penghasilan.

Bank bjb Tandamata

“Aturan ini berlaku nasional. Namun kami bersama Kadisdik se-Jawa Barat sedang mengusulkan agar PPPK Paruh Waktu tetap bisa mengakses Dana BOS dalam masa transisi,” jelas Deden.

Bupati Sukabumi, Asep Japar, menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan kesejahteraan GTK PPPK Paruh Waktu.

“Saya terus berjuang agar penghasilan mereka meningkat. Kendala utama memang regulasi, tapi kami sudah memberikan masukan ke pemerintah pusat,” kata Asep.

Ia menambahkan bahwa besaran penghasilan Rp250 ribu hingga Rp650 ribu saat ini masih bersifat sementara dan akan diperjuangkan peningkatannya.(den/t)