Untuk diketahui, pada Rabu 21 Februari 2018 lalu, Bupati Sukabumi, Marwan Hamami telah memberikan lampu hijau untuk melakukan rotasi di tubuh pemerintahan yang saat ini ia pimpin. Saat itu ia menyebutkan, pertengahan tahun ini, rotasi pejabat esselon II akan dilakukan secara serentak. “Mei atau Juni rencana rotasinya. Tunggu saja nanti,” ujar Marwan Hamami kepada Radar Sukabumi, Rabu 21 Februari 2018 lalu.
Marwan mengaku, ada beberapa kepala dinas yang masuk dalam catatan ‘hitamnya’. Menurut politikus Golkar ini, para pejabat yang sudah dikantonginya itu dinilai lemah menjalankan program pemerintah yang dipimpinnya dalam mewujudkan Kabupaten Sukabumi lebih baik.
“Saya ingin segera mewujudkan pembangunan yang merata di Kabupaten Sukabumi. Nah mereka ini setelah saya eveluasi, ternyata mereka tidak gesit, kinerja melemah dan bahkan ada yang nakal juga,” akunya.
Tak hanya itu, ia juga mengaku dibuat pusing dengan kinerja dua dinas. Jika tidak ada Peraturan Pemerintah (PP) nomor 18, sudah jauh-jauh hari kepala dinas yang saat ini menjabat secepatnya diganti. “Kalau tidak ada PP itu, mereka mungkin dari dulu sudah diganti. Karena ini akan menghambat program daerah dalam mewujudkan Sukabumi yang lebih baik,” geramnya.
Marwan menegaskan, selama memimpin, ia kerap menerima laporan dan juga mengevaluasi kinerja para pembantunya itu. Karena tidak ingin program pembangunan dan kemasyarakatannya terganggu, maka tiada pilihan lain selain melakukan pergantian.
“Masyarakat kan menyorotinya kinerja bupati, bukan dinasnya. Makanya, dengan catatan yang ada saya akan melakukan pergantian supaya program pemerintah ini dilaksanakan dengan baik,” tegasnya.





