Bukannya Belajar di Rumah, Pelajar Lagi Nongkrong Terjaring Razia Satpol PP Kabupaten Sukabumi

  • Whatsapp
Satpol PP Kabupaten Sukabumi, saat memberikan arahan dan membina siswa yang terjaring operasi rutin, kamis (19/3).

SUKABUMI — Satpol PP Kabupaten Sukabumi melakukan razia kepada anak-anak sekolah yang bermain di di tempat publik dan tempat hiburan, Kamis (19/3/2020).

Adanya kebijakan pemerintah pusat untuk meliburkan sekolah dengan mengganti belajar dirumah, ternyata tidak digunakan sebagai mana mestinya.

Bacaan Lainnya

Faktanya, sejumlah pelajar malah memilih bermain ketempat publik. Tentunya kebijakan prematur tersebut mendapatkan sorotan serius.

Apa yang dianjurkan malah menjadi blunder bagi perkembangan pendidikan akibat tidak melihat dampak secara menyeluruh. Harunya, pemerintah memilah dan memilih sekolah mana yang bisa dikategorikan bisa belajar dirumah.

Akibatnya, pelajar bukan melakukan belajar dari rumah, faktanya banyak yang memilih bermain ditempat-tempat terbuka.

Hal tersebut terbukti saat Puluhan siswa dari tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Sukabumi yang terjaring operasi rutin Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sukabumi, kamis (19/3).

Siswa tersebut, terjaring patroli saat mereka tengah asyik nongkrong di tempat publik dan tempat hiburan. Seperti warnet atau tempat game online. Padahal, para pelajar itu diminta untuk belajar di rumah selama dua pekan agar menghindari penyebaran virus corona.

Kepala Satpol PP Kabupaten Sukabumi, Acep Saefudin mengatakan, semenjak virus corona memasuki Indonesia, maka kegiatan proses belajar mengajar (KBM) siswa di sekolah telah diliburkan berdasarkan surat dari Gubernur Jawa Barat untuk mencegah penyebaran virus corona.

Namun, ironisnya mereka bukannya belajar di rumah, tetapi siswa itu malah asyik nongkrong di tempat publik.

“Atas keputusan itu, Satpol PP Kabupaten Sukabumi langsung melakukan razia kepada anak-anak sekolah yang bermain di luar rumah. Ini berdasarkan surat edaran dari Bupati Sukabumi tentang work from home (WFH),” kata Acep kepada Radar Sukabumi, kamisn (19/3).

Pos terkait

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *