Bocah SMP Tewas Tertimbun Longsor di Kampung Cidadap

Aldan Maulana (14) warga Kampung Cidadap RT1/13, Desa Muaradua, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi meninggal karena tertimbun longsor, Jumat (6/12).

SUKABUMI – Aldan Maulana (14), tewas akibat longsor di Kampung Cidadap RT (1/13) Desa Muaradua, Kecamatan Kadudampit, Jumat(06/12) malam.

Bocah yang masih duduk di bangku sekolah menengah pertama ini meregang nyawa akibat tertimbun longsoran tanah sekitar pukul 20.00 WIB setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan informasi yang dihimpun radarsukabumi, insiden mematikan tersebut berawal ketika korban berada di dalam rumah. Dengan tiba-tiba, tebing yang berada di belakang rumahnya longsor menerjang tembok rumah milik Asep.

Koordinator Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daearah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna membenarkan bahwa longsoran tebing setinggi empat meter tersebut menewaskan satu warga.

“Ya, akibat kejadian ini satu orang meninggal dunia karena tertimbun. Korban sempat dibawa ke Rumah Sakit Betha Medika Cisaat tapi tidak tertolong,”jelas Daeng saat dihubungi radarsukabumi.

Mendengar laporan tersebut, aparat gabungan secara kompak melakukan evakuasi di Tempat Kejadian Musibah (TKM). Dari unsur TNI/Polri dan relawan dibantu masyarakat berjibaku melakukan evakuasi. “Hingga saat ini, kami masih melakukan evakuasi di tempat kejadian, “cetusnya.

Sementara itu, Camat Kadudampit, Zaenal Abidin mengatakan, setelah mendapatkan informasi adanya bencana longsor pihaknya langsung melakukan peninjauan ke lokasi kejadian. “Kami bersama melakukan gotongroyong bersama warga masyarakat mengevakuasi korban,” terangnya.

Zaenal meminta, agar masyarakat selalu siap siaga dan waspada terhadap potensi bencana alam. Apalagi memasuki musim hujan dimana rentan terjadi bencana alam seperti longsor, banjir, angin kencang dan bencana alam lainya.

“Apalagi bagi masyarajat yang tinggal berdekatan dengan tebing maupun pinggiran sungai diminta untuk selalu waspada ketika turun hujan. Dan jika terjadi hal yang sama diharaokan segera melapor kepada pemerintah setempat,” pungkasnya. (bam/d)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.