“Saya sebatas menyampaikan metode pelaksanaan, bahwa kardus itu hanya sebatas media untuk mencetak penyu, jadi di bentuk dulu dari kardus, baru menggunakan resin dan fiberglass, nah resin dan fiberglass ini itu bahan dasar penyu nya, sesuai dengan RAB,” tegasnya.
“Jadi si penyu itu memang bukan terbuat dari coran atau batu, jadi itu terbuat dari resin, dan fiberglass, kenapa ada kardus di dalam, nah itu sebagai media karena kalau tidak ada kardus si resin gak bisa nempel,” imbuhnya.
Sehingga, kata Imran lagi ketika akan menempelkan resin dan fiberglass digunakanlah kardus untuk membentuk ornamen penyu terlebih dahulu, adapun melihat dari foto foto yang berseliweran di media sosial, Imran meminta bahwa masyarakat dapat ikut menjaga dan merawat fasilitas yang ada di area alun alun Gadobangkong.
“Kami melihat foto foto yang bertebaran di media sosial, berharap masyarakat Palabuhanratu, wisatawan yang datang sama sama merawat, dan menjaga bangunan bangunan serta alat alat yang ada biar terkesan tidak cepat rusak, karena konsep nya itu alun alun gadobangkong itu ruang terbuka hijau, harusnya masyarakat itu lebih siap merawat dan menjaga ruang terbuka hijau itu,” paparnya.
“Terus masyarakat juga harus tahu, kita mengerjakan sesuatu diawasi dan berdasarkan dengan aturan aturan dalam pelaksanaan pekerjaan, yang ditentukan oleh pengawas,” tandasnya. (ndi/d)






