Alhamdulillah, Tidak Ada Penambahan Kasus Corona di Kota Sukabumi Hari Ini

  • Whatsapp
Tenaga medis di Bogor rehat sejenak usai melakukan rapid test corona (foto: Sofyan Syah/Radar Bogor)

SUKABUMI, RADARSUKABUMI.com – Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menyampaikan kabar baik terkait perkembangan virus corona terbaru. Berdasarkan data yang dirilis pada hari Rabu tanggal 13 Mei 2020, tidak ada penambahan kasus satupun di Kota Sukabumi.

Juru Bicara Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Sukabumi, dr Wahyu Handriana menjelaskan, untuk pertama kalinya tidak ada penmabahan jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP), maupun kasus yang terkonfirmasi positif di Kota Sukabumi.

Bacaan Lainnya

“Ya, hari ini tidak ada penambahan kasus. Baik itu ODP, PDP maupun pasien yang terkonfirmasi positif,” jelas dr Wahyu saat dihubungi Radar Sukabumi, Rabu (13/5/2020).

Kendati demikian, pihaknya masih harap-harap cemas menunggu sekitar 100 hasil pemeriksaan swab yang dikirimkan ke Labkes Provinsi Jawa barat.

“Kami juga sedang menunggu keputusan hasil dari pemeriksaan atas swab yang kami kirim, kurang lebih ada 100 swab yang belum kami terima hasilnya,” ujarnya.

100 swab yang dikirimkan ke Labkes Provinsi Jawa Barat tersebut mayoritas hasil tracing yang dilakukan, sedangkan sisanya adalah swab yang dikirim dari orang yang reaktif rapid tes.

“Sekitar 70 persen itu adalah hasil tracing, mulai dari keluarga yang anggota keluarganya positf serta swab yang diambil dari orang reaktif rapid tes,” terangnya.

Adapun kondisi pasien yang masih menjalani isolasi, hingga saat ini dalam kondisi yang cukup baik. Artinya, tidak ada satupun pasien yang menggunakan alat bantu.

“Pasien positif yang masih dalam penanganan kondisiya terus membaik, semoga saja segera sembuh da bisa pulang ke rumahnya masing-masing,” ujarnya.

Wahyu berharap, tidak adanya penambahan ODP, PDP dan pasien yang terkonfirmasi positif ini merupakan titik awal menurunya kurva kasus Covid-19 di Kota Sukabumi.

“Tentunya kami berharap wabah ini segera hilang dari Kota Sukabumi, ya kalau misalkan merujuk pada prokvinsi puncak kasus Covid-19 di Jawa Barat pada 12 Mei sampai April mendatang,” pungkasnya. (upi/rs)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *