SUKABUMI — Pemerintah Kabupaten Sukabumi memastikan perbaikan Jembatan Bojong Kopo di Kecamatan Simpenan akan dilakukan secara permanen setelah Lebaran mendatang.
Jembatan yang amblas akibat banjir bandang ini akan dibangun lebih lebar dan lebih kuat demi kelancaran arus transportasi, hal itu perlu dilakukan karena kondisi saat ini mengalami kerusakan dan tidak bisa dilintasi kendaraan roda empat.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi, Dede Rukaya, mengatakan bahwa rencana perbaikan ini merupakan hasil koordinasi dengan Wakil Menteri PUPR RI, Diana Kusumastuti setelah melakukan tinjauan langsung kondisi jembatan di ruas jalan nasional Bagbagan – Tegalbuleud pada Sabtu, 8 Maret 2025 lalu.
Menurut Dede, perbaikan akan dilakukan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI Jakarta-Jawa Barat dengan membangun jembatan baru sepanjang 60 meter, menggantikan jembatan lama yang memiliki panjang 50 meter.
“Nantinya, jembatan yang lama akan dibongkar total, kemudian dibangun abutment baru serta jembatan yang lebih lebar dan lebih panjang. Proses pengerjaan diperkirakan memakan waktu sekitar empat bulan dengan pendanaan sepenuhnya dari Kementerian PUPR,” ujar Dede.
Saat ini, kata Dede lagi sambil menunggu pembangunan jembatan baru, Kementerian PU melalui BBPJN telah menyiapkan langkah penanganan darurat. Salah satunya adalah pembuatan jalur alternatif bagi masyarakat.
“Dilakukan pengupasan badan jalan yang berbatasan dengan jembatan yang roboh, sehingga lalu lintas orang dan kendaraan roda dua bisa tetap melintas,” jelasnya.
Selain itu, lanjut Dede Kementerian PUPR juga akan membangun jalan darurat khusus pejalan kaki dan sepeda motor. Jalan ini akan dibuat di sisi kiri jembatan (dari arah Palabuhanratu) dengan lebar sekitar satu meter.
“Kami harapkan pengerjaan bisa berjalan paralel. Jika rekanan sudah siap, mereka harus segera bekerja agar proyek ini bisa selesai sesuai target,” terangnya.






