Aksi Bar-bar Geng Motor, Satu Tewas dan Tangan Ditebas

  • Whatsapp
Ilustrasi geng motor

RADARSUKABUMI.com – Lagi-lagi masyarakat Kota Bogor harus digegerkan dengan aksi bar-bar gengmotor yang berkeliaran sembari membawa senjata tajam. Minggu (9/2) dini hari MZ (16) meregang nyawa usai beberapa bagian tubuhnya ditebas oleh kawanan gengmotor.

Begitu juga dengan Zulfikar (19) yang tanganya ditebas saat membeli rokok di Jalan KH Soleh Iskandar.

Bacaan Lainnya

MZ diserang oleh sekumpulan gengmotor saat di Simpang Jambu Dua, Kecamatan Bogor Utara. Pemuda asal Arzimar, Kelurahan Tegal Gundil, Kecamatan Bogor Utara ini sebelum meregang nyawa ternyata sempat bersitegang dengan lima orang pemuda.

Cerita bermula saat MZ yang sudah tidak bersekolah hendak pulang ke rumahnya bersama kakaknya R (17) dan satu orang temannya, setelah nongkrong di kawasan Tegallega.

Tetapi, sesampainya di tanjakan Jalan Pandu Raya, simpang Jambu Dua, sekitar pukul 04.00 WIB dini hari, tiga sekawan yang masing-masing membawa motor ini, dihadang oleh lima orang yang tidak mereka kenali.

Lima orang tersebut menghadang MZ dan kawan-kawannya dengan menggunakan dua unit motor dan satu mobil angkot. Terkejut tiba-tiba diserang, MZ dan R terjatuh dari kendaraan sepeda motornya.

R yang sempat memberikan perlawanan, terpaksa harus berlari untuk menyelamatkan diri dan meninggalkan adiknya.

Adiknya yang dijadikan bulan-bulanan itu ternyata langsung ditinggal oleh kelompok pemuda yang merasa sudah puas menghardik seorang pemuda tanpa perlawanan.

Dengan bersimpah darah, MZ pun dilarikan ke RS PMI oleh warga disekitar lokasi. Namun nahas, luka senjata tajam dibagian leher, kepala dan lengan MZ membuat MZ kehilangan banyak darah dan tidak dapat diselamatkan.

Dilokasi berbeda, ternyata tawuran antar pemuda terjadi. Tepatnya di Jalan Soleh Iskandar, Kelurahan Kedung Badak, Kecamatan Tanah Sareal, sekitar pukul 03.00 WIB dini hari. Berdasarkan keterangan yang diungkapkan oleh Kapolsek Tanah Sareal, Kompol Sarip Samsu, terdapat satu orang korban yang mengalami luka sayatan di lengan kiri.

Pria yang akrab disapa Samsu ini menceritakan kronologi kejadian bermula saat seorang saksi mata TY (19) yang ingin pulang setelah bekerja, melihat korban Z (19) tergeletak dipinggir jalan dengan luka di lengan kirinya. TY pun mengambil inisiatif untuk membawa Z ke RS PMI.

“Korban tidak mendapatkan perawatan khusus, karena hanya luka goresan saja,” ujar Sarip.

Korban yang masih sadarkan diri itu pun langsung dimintai keterangan oleh pihak kepolisian dan mengaku tidak mengetahui siapa pelaku yang bentrok dengan kelompoknya.

“Mereka hanya mengetahu kalau musuhnya datang dari arah Yasmin menuju Kedung Badak dengan mengendarai motor. Tetapi saksi-saksi gak ada yang tahu. Jadi kami masih mendalami kasus ini,” ungkapnya.

Pos terkait

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *