Kemajuan teknologi digital haruslah dipandang menjadi sebuah peluang bagi Indonesia.
Berbagai studi menyatakan bahwa peluang ekonomi digital Indonesia masih terbuka lebar karena didukung oleh sejumlah faktor, seperti jumlah penduduk yang terbesar ke-4 di dunia, dengan jumlah penduduk usia produktif mencapai lebih dari 191 juta atau 70,7%, yang ditopang oleh Generasi Z sebanyak 75,49 juta orang, atau 27,94% dan Generasi Y/Milenial yang mencapai 69,90 juta jiwa atau 25,87%.
Untuk mendorong peningkatan daya saing dan meraih peluang tersebut, pemerintah telah memberikan dukungan fiskal berupa kebijakan Super Tax Deduction untuk kegiatan vokasi, industri padat karya maupun penelitian dan pengembangan.
Hal ini dilakukan agar dapat mendorong dan memunculkan talenta-talenta (SDM) Indonesia yang hebat, produktif, serta SDM yang dapat membawa negara ini bersaing secara global khususnya di era digital saat ini.
“Selamat mengikuti acara ini, semoga kegiatan ini dapat memberikan optimisme bagi kita semua dalam memunculkan ide-ide dan inovasi baru yang dapat mendorong percepatan pemulihan ekonomi nasional,” pungkas Airlangga.
Turut hadir dalam acara yang dihadiri Airlangga, Menteri Pendidikan Kebudayaan, dan Ristek Nadiem Anwar Makarim, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Dr. Laksana Tri Handoko, dan Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia Dr. Ir. Heru Dewanto.
Sumber : ekon.go.id






