Bencana Alam KabKABUPATEN SUKABUMI

Si Jago Merah Rugikan Rp 650 Juta

×

Si Jago Merah Rugikan Rp 650 Juta

Sebarkan artikel ini
JADI PELAJARAN: Petugas kebakaran saat beruapaya memadamkan api disalah satu lokasi kebakaran, kemarin (26/5).

PARUNGKUDA — Mendekati Idul Fitri, peristiwa kebakaran kerap terjadi di wilayah Kabupaten Sukabumi.

Kemarin, dua insiden kebakaran terjadi di tempat yang berbeda dan diduga penyebabnya adalah korsleting listrik.

Bank bjb Tandamata

Satu orang dikabarkan mengalami luka-luka, sementara kerugian materi ditaksir mencapai Rp 650 juta.

Informasi yang dihimpun Radar Sukabumi, kebakaran pertama terjadi di Pondok Pesantren (Ponpes) Riyadhul Muata’alimin, Kampung Pangandegan RT 18/07, Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda sekitar pukul 9.15 WIB.

Akibat kejadian tersebut, satu orang santri atas nama Ali Azi Halimudin (15) mengalami luka ringan dan dilarikan ke rumah sakit terdekat.

“Api muncul di lantai dua yang konstruksi bangunannya banyak dari dari kayu sehingga api dengan cepat melalap seluruh isi bangunan,” kata Camat Parungkuda, Amir Hamzah saat dihubungi Radar Sukabumi, kemarin (26/5).

Lanjut Amir, masyarakat berusaha memadamkan api dengan alat seadanya.

Tak lama kemudian datang satu unit Damkar dari Pos Damkar Cibadak.

Sekitar dua puluh menit api baru dapat dipadamkan. “Kerugian ditaksir mencapai Rp 150 juta.

Bukan hanya bangunan, kebakaran juga menghanguskan ratusan kitab dan Alquran,” ungkapnya.

Selanjutnya kebakaran terjadi di Kampung Tanjung, RT 6/1, Desa Datarnangka, Kecamatan Sagaranten.

Dalam insiden ini, sedikitnya empat rumah warga hangus dilalap si jago merah sekira pukul 16.00 WIB. Tak korban jiwa, namun keluarga korban mengalami kerugian materil hungga mencapai ratusan juta rupiah.

Peristiwa kebakaran ini diduga penyebabnya dari korsleting listrik.

Sebab, saat kejadian banyak tetangga korban yang melihat api sudah menjalar di atap rumah Solih (45), yang kebetulan sedang dalam keadaan kosong karena pemilik rumah sedang bekerja. Selang berapa menit, api tersebut langsung merembet ketiga rumah warga milik Solihin (47), Jamal (42) dan Henhen (50).

Camat Sagaranten, Deni Ramdhan mengatakan, pihaknya langsung menerjunkan petugas ke lokasi kejadian untuk memadamkan api dengan peralatan seadanya.

“Namun, api terlalu besar. Sehingga dalam waktu 50 menit, 4 bangunan itu langsung terbakar,” jelas Deni kepada Radar Sukabumi melalui telepon selulernya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, empat bangunan rumah semi permanen yang hangus terbakar ini di isi 13 jiwa.

Akibatnya, korban mengalami kerugian hingga mencapai Rp500 juta.

“Seluruh isi rumahnya hangus terbakar. Api baru berhasil dipadamkan sekira pukul 17.00 WIB, setelah satu unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi kejadian,” ujarnya.

Koordinator Pusat Pengendalian dan Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna mengatakan, berdasarkan laporan dari petugas BPBD Kecamatan Sagarenten, api yang menghanguskan empat rumah warga ini diduga kuat berasal dari korsleting listrik.

“Petugas gabungan sudah berupaya maksimak untuk memadamkan api, namun upayanya tidak berhasil. Lantaran, kobaran api terlalu besar terlebih lagi bangunan rumah kebanyakan dari material yang mudah terbakar,” katanya.

Saat ini, seluruh kelurga korban kebakaran tersebut sudah dievakuasi oleh Muspika Kecamatan Sagarenten ke rumah saudara terdekatnya.

“Berdasarkan assessmen petugas di lapangan, keluarga korban selain membutuhkan tempat tinggal baru, juga mereka perlu bantuan sandang pangan, pakaian dan kebutuhan pokok lainnya.

Kita sudah laporkan mengenai kondisi ini kepada pimpinan.

Insya Allah dalam waktu dekat ini, kita akan distribusikan bantuan kepada para korban,” pungkasnya.

(Den/bam/d)