KOTA SUKABUMI

Tak Mau Kalah, Karyawati Pemkot Juga Kuliah Duhur

×

Tak Mau Kalah, Karyawati Pemkot Juga Kuliah Duhur

Sebarkan artikel ini
Ketua Tim Penggerak PKK Kota Sukabumi, Fitri Hayati Fahmi saat memberikan matei pada kajian Islami atau keputrian yang diselenggarakan di Masjid Al- Ikhlash Pemerintah Kota Sukabumi.

CIKOLE – Karyawati di lingkungan Pemerintah Daerah Kota Sukabumi rupanya tidak mau ketinggalan dalam berburu kebaikan di bulan ramadan 1440 hijriyah.

Sama halnya dengan kuliah duhur yang dilakukan kaum adam di Pemkot, ibu-ibu ini pun turut melaksanakan kegiatan serupa di Masjid Al- Ikhlash Kota Sukabumi.

Bank bjb Tandamata

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Sukabumi, Fitri Hayati Fahmi mengungkapkan, bulan puasa yang hanya di lakukan satu kali setiap tahunnya harus menjadi momentum bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Tidak tekecuali bagi para karyawati di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi. “Bulan Ramadan atau bulan puasa itu selama satu tahun terjadi hanya satu kali.

Sebagai umat muslim khususnya wanita setiap harinya harus diberikan hal yang berbeda dari bulan Ramadan tahun lalu, kita harus lebih meningkatkan tujuan ibadah kepada Allah SWT,” ungkapnya dalam kultum yang disampaikan dalam kuliah duhur di Masjid Al- Ikhlash Kota Sukabumi, kemarin (10/5).

Menurutnya, masih banyak umat muslim yang tidak sempat menikmati jamuan Ramadan, hal itu didasari karena ada yang sudah cukup amal baiknya dan ada juga yang tidak diberikan kesempatan untuk memperbaiki diri.

Oleh sebab itu, manfaatkan lah bagi yang memiliki kesempatan menghirup udara di bulan Ramadan untuk mengamalkan hal-hal kebaikan.

“Ketika kita diberikan kesempatan bertemu dengan Ramadan harus diiisi dengan hal-hal yang baik, misalnya saja seorang wanita ketika menyiapkan hidangan sahur sambil berdzikir, karena berdzikir yang paling baik adalah pada saat sahur, dan dzikir paling utama adalah Istigfar,” ujarnya.

Tujuan berpuasa, lanjutnya adalah untuk bertakwa, dimana ada ciri-ciri orang bertakwa diantaranya mereka takut kepada Allah dan umat muslim takut melakukan kesalahan dan yang ke dua berdasarkan amalanya.

Menurutnya, puasa harus memakai ilmu, misalnya saja buka puasa diawali dengan berdoa dan harus berprilaku baik.

“Umat muslim yang bertakwa itu pasti takut, karena Allah menciptakan hati kita untuk kebaikan jadi kalau bohong pasti takut, dan orang bertakwa itu bisa mengamalkan hal-hal kebaikan,” tandasnya. (upi/d)