SUKABUMI,RADARSUKABUMI,com – Walikota Sukabumi Achmad Fahmi menyebutkan, pencapaian pendidikan di Kota Sukabumi cukup memuaskan.
Hal ini terlihat dari angka presentase yang terus meningkat setiap tahun.
Fahmi menyebut, jika pemerintah kota berupaya meningkatkan Angka Partisipasi Murni (APM) pendidikan.
Di mana angka partisipasi murni jenjang pendidikan SD sebesar 99,4 persen, dan SMP 96,4 persen serta Rata-rata Lama Sekolah (RLS) 9,73 tahun.
Terakhir, angka melek huruf mencapai 99,99 persen.
Sementara angka partipasi murni tingkat SMA kewenangannya berada di provinsi.
“Itu merupakan angka yang cukup fantastis terlebih untuk angka melek huruf, itu berarti hampir 100 persen masyarakat Kota Sukabumi sudah melek huruf,” ucapnya saat diwawancarai Radar Sukabumi usai bertindak selaku Inspektur Upacara (Irup) di Hari Peringatan Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2019 di Lapang Merdeka, Cikole, Kota Sukabumi, Kamis (2/5).
Pantauan Radar Sukabumi, sejak pukul 06.30 WIB ribuan pelajar Kota Sukabumi berkumpul di Lapang Merdeka untuk mengikuti upacara peringatan Hardiknas.
Sambil menunggu acara dimulai, mereka melantunkan dzikir Asmaul Husna.
Selain itu, ditampilkan juga pembacaan surat-surat pendek oleh tahfidz quran, dan persembahan lagu Yajamalu oleh para pelajar SLB Budi Nurani Kota Sukabumi.
Acara tersebut juga diisi dengan beberapa rangkaian kegiatan seperti pemberian penghargaan kepada para pelajar berprestasi, pementasan drama musikal dari pelajar SMK dan defile paskibra dan drumband dari pelajar SMP dan SMA.
Fahmi ingin seluruh capaian yang diraih dari sektor pendidikan di Kota Sukabumi, bisa terus ditingkatkan, dan semua pihak harus bekerja keras.
“Peningkatan kinerja ini tentunya tidak lain berkat peran seluruh pendidik dan pejabat struktural di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K), bahkan untuk terus melanjutkan peningkatan dunia pendidikan pada 2019 Pemkot Sukabumi meluncurkan program inovatif untuk pencapaian kinerja,” paparnya.
Diantaranya program Kartu Cerdas di Sukabumi untuk peserta didik yang rawan melanjutkan pendidikan, baik sekolah negeri maupun swasta mulai dari jenjang SD hingga SMP serta paket A, B dan C.
Selanjutnya ada juga pemberian stimulan ke perguruan tinggi, di mana ada warga Kota Sukabumi yang mengenyam pendidikan.
“Berikutnya apresiasi prestasi pendidikan penghargaan bagi tenaga pendidik dan peserta didik.
Pemberian insentif kepada guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Selanjutnya pemberian Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari APBD Kota Sukabumi untuk SD hingga SMA,” katanya.
Menurut Fahmi, pihaknya menggulirkan program unggulan dan akselerasi dalam bidang pendidikan.
Hal ini adalah bagian dari percepatan pembangunan di bidang pendidikan, agar dirasakan masyarakat.
Seperti diluncurkan program Sistem Informasi Literasi Digital (Si Legit).
Program ini memanfaatkan teknologi informasi untuk pengajaran.
Ada lagi Sitem Informasi Inklusi Center Unit (Si Incu).
“Program ini untuk satuan pendidikan formal dan informal untuk anak membantu anak berkebutuhan khusus,” ulasnya.
Program lain yaitu Sistem Informasi Pusat Layanan Pendidikan (Si Pulpen).
Sistem ini merupakan aplikasi yang bertujuan untuk proses manajerial dan pengelolaan data serta informasi pendidikan.
Terakhir adalah Sistem Aplikasi Kebudayaan (Si Kabayan).
” Kerja terberat ke depan sebagaimana arahan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy, bagaimana pembangunan sumber daya manusia menjadi prioritas utama, karena ke depan pengalokasian anggaran pendidikan harus lebih berpihak dalam pembentukan karakter anak-anak bangsa,” urainya.
Nampak sejumlah pejabat seperti Wakil Walikota Sukabumi Andri Setiawan Hamami, Kepala Dinas (Kadis) P dan K Kota Sukabumi Dudi Fathul Jawad, Persatuan Guru Republik Indonesia(PGRI), unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta tamu undangan lai dan para pelajar.
Sementara itu, Kadis P dan K Kota Sukabumi Dudi Fathul Jawad menambahkan, sejumlah program inovatif itu untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Sukabumi.
Terutama dalam mendorong pendidikan yang berkarakter.
(wdy)




