JAMPANGTENGAH— Nasib siapa tau, akibat ditinggal menginap pemiliknya, satu buah rumah panggung milik Jaya (30) warga Kampung Ciasih, RT 4/2, Desa Cijulang, Kecamatan Jampangtengah, hangus hingga rata dengan tanah setelah dilalap sijago merah. Dugaan sementara kebakaran tersebut akibat korsleting listrik. Meski tidak ada korban jiwa, namun diprediksi kerugian mencapai ratusan juta rupiah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar Sukabumi, peristiwa kebakaran yang terjadi pada Selasa (30/4) sekira pukul 19.30 WIB ini, kali pertama diketahui oleh Asep (35) yang merupakan tetangga korban.
Sekretaris Desa Cijulang, Indra mengatakan, saat peristiwa kebakaran kondisi rumah tengah dalam keadaan kosong. Sebab, seluruh keluarga korban tengah pergi ke saudaranya untuk menginap.
“Hasil laporan petugas dilapangan, api mulai menyala sekira pukul 19.30 WIB dengan titik kobaran apai bersumber di bagian atap rumah korban,” jelas Indra kepada koran ini, kemarin (1/5).
Saat kejadian kebakaran, sejumlah petugas gabungan dari Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP langsung menuju lokasi kejadian untuk berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya. “Namun, sayang selang berapa menit bangunan rumah Kang Jaya hangus terbakar beserta seluruh isinya,” imbuhnya.
Koordinator Pusdalops PB BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna mengatakan, berdasarkan olah TKP dan keterangan dari sejumlah saksi, api diduga kuat berasal dari korsleting listrik.
Banyak warga yang melihat api pertama ke luar dari atap rumah korban. “Dugaan kuat api muncul dari arus pendek listrik. Beruntung tidak ada korban jiwa akibat kebakaran ini.
Namun kerugian material diperkirakan Rp100 juta. Sebab, seluruh isi rumah beserta sebuah sebuah motor milik korban ikut terbakar,” jelasnya.
Api dapat dipadamkan sekira pukul 20.00 WIB, setelah warga dan bersama unsur pemerintah setempat berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya.
Akibat kejadian ini, penghuni rumah sementara mengungsi ke rumah kerabat terdekat. “Setelah menerima laporan dari tim di lapangan, BPBD langsung melakukan assessment ke lokasi. Mereka membutuhkan bahan material, baju layak pakai dan lainnya,” pungkasnya.
(den/d)




