CIBADAK — Warga Desa Karangtengah Kecamatan Cibadak berhasil menggagalkan aksi tidak terpuji dua kelompok pelajar SMK di Jalan Raya Karangtengah, Desa Karangtengah. Satu unit kendaraan bernopol D 4196 ES dan sebilah clurit berhasil diamankan ke Koramil 0711/Cibadak.
Informasi yang dihimpun Radar Sukabumi, aksi warga ini sebagai bentuk upaya menjaga kondusifitas wilayah dari gangguan keamanan. Pasalnya selama ini di wilayah tersebut, tidak jarang perilaku pelajar yang tidak terpuji sering terjadi.
Bahkan beberapa tahun lalu, perilaku tidak terpuji berupa tawuran itu memakan korban jiwa. “Kami langsung kejar dua kelompok pelajar yang akan tawuran itu.
Kami sudah muak dengan aksi mereka yang menurut kami sangat merugikan banyak orang,” ujar warga setempat, Sandi (37) kepada Radar Sukabumi.
Menurut Sandi, aksi yang berhasilkan digagalkan itu ialah tawuran antara pelajar dari SMK Pertanian Cibadak dan SMK Teknika Cisaat. Kejadian itu bermula saat sekelompok pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Tehnika Cisaat (Teksas) melaju dari arah Cisaat menuju Cibadak dengan mengemudikan sepeda motor.
Setelah melewati kantor Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Sukabumi, mereka dihadang sekelompok pelajar dari SMK Pertanian Cibadak yang sudah mengacungkan Senjata Tajam (Sajam).
“Pelajar yang dari Teksas ada empat motor. Tiga motor berhasil melarikan diri, sementara satu motor lagi terjatuh. Karena takut jadi bahan amukan, pelajar itu langsung melarikan diri dan meninggalkan sepeda motornya,” imbuhnya.
Sandi dan juga warga lainnya yang melihat itu langsung mendatangi lokasi. Spontan, para pelajar ‘bangor’ itu kucar-kacir meninggalkan lokasi. “Kami kejar mereka dan membubarkan aksi tawuran itu. Motor yang ditinggalkan pelajar Teksas langsung kami amankan ke Koramil,” akunya.
Sementara itu, anggota Koramil 0711/Cibadak, Peltu Dendin mengatakan, sekitar pukul 11.40 WIB masyarakat mendatangi Kantor Koramil untuk menyerahkan satu unit motor Jupiter Z bernopol D 4196 ES dan sebuah tas.
“Ketika kami memeriksa isi tasnya, kami menemukan pakaian dan sebilah clurit,” kata Dendin.
Setelah mengamankan semuanya, lanjut Dendin, ia langsung menghubungi pihak sekolah. Sekitar pukul 14.00 WIB, pelajar yang membawa motor bersama keluarganya mendatangi kantor Koramil untuk mengambil kendaraan yang diamankan.
“Kita sudah memanggil guru dari sekolah terkait dan pelajar yang bersangkutan untuk dibina. Ini agar menjadi jera dan tidak mengulangi perbuatannya,” tandasnya.
Diakui Dendin, tawuran antar pelajar di wilayah tersebut bukan pertama kalinya terjadi. Sebab itu, pihaknya meminta keluarga maupun guru dapat lebih memperhatikan anak didiknya supaya mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Guru di sekolah dan khususnya orang tua pelajar setiap waktu agar bisa berkomunikasi serta memantau anak didiknya dengan baik. Jangan sampai ada celah bagi mereka untuk melakukan tindakan yang dapat merugikan,” cetusnya.
Sementara itu, salah seorang pelajar SMK Tahnika Cisaat, Sarif (18) mengaku, ia bersama yang lainnya hendak main ke rumah temannya yang berada di daerah Cibadak.
Namun ketika sampai di pertengahan jalan, ia dan kawan-kawan tiba-tiba dihadang pelajar dari sekolah lain. “Saya dan teman-teman mau ngeliweut di rumah teman, namun langsung dihadang oleh mereka.
Saya juga heran karena tidak tahu apa-apa. Soal Sajam yang ada dalam tas, itu milik teman saya,” singkatnya. (Bam/d)




