KOTA SUKABUMI

Pengajian Abnaaul Khairat Bantu Yatim Gapai Masa Depan

×

Pengajian Abnaaul Khairat Bantu Yatim Gapai Masa Depan

Sebarkan artikel ini
BUTUH PERHATIAN: Murid pengajian Abnaaul Khairat mendapat santunan dari dermawan di Perumahan Subang Jaya Residence, Kelurahan Subang Jaya, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, Kamis (7/2).

CIKOLE–Pendiri pengajian Abnaaul Khairat, Neneng Titin Sutinah (26) dan Saepul Alamsyah (36), membentuk pengajian tersebut atas dasar kemanusiaan dan rasa iba terhadap anak yang ditinggal  meninggal orang tuanya, anak dari keluarga tidak mampu ataupun anak yang telah ditinggalkan  ayah mereka sejak kecil.

“Tiga tahun lalu saya dan suami mendirikan pengajian Abnaaul Khairat dengan rela hati, karena anak-anak yang sudah tidak punya orang tua suka curhat sama saya,” ungkap Neneng kepada Radar Sukabumi, Kamis (7/2).

Bank bjb Tandamata

Ia dan suami bertekad menjadi orang tua kedua sepeninggal orang tua anak-anak tersebut tidak ada, bahkan curhatan anak-anak tersebutlah yang terus memupuk kegigihan Neneng dan suaminya tetap mengajak para yatim ikut mengaji sambil belajar di pengajian Abnaaul Khairat di rumahnya, Kampung Pasir Ipis, RT 05 Rw 12 Kelurahan Subangjaya, Kecamatan Cikole,  Kota Sukabumi.

Neneng menerangkan bahwa ia dan suami mendapat kepercayaan dari ketua DKM Al-Ghina di perumahan  Subang Jaya Residence untuk mengelola masjid. “Alhamdulillah diberi amanah oleh ketua DKM untuk  mengelola masjid di sini, maka dari itu kami manfaatkan juga sebagai tempat pengajian untuk anak-anak di perumahan Subang Jaya Residence” terangnya.

Ia lantas menceritakan kisah haru yang membuat ia dan suami yakin untuk memajukan pengajian Abnaaul Khairat. “Ada salah satu murid yang baru saja ditinggal ayahnya meninggal, dia suka bertanya tentang kapan ayahnya pulang, itulah yang membuat saya harus bisa menguatkan mereka,” bebernya pilu.

Ia berharap bisa menjadi penyemangat para murid untuk terus beribadah dan menjadi anak yang baik, soleh dan solehah. “Saya ingin mereka sekolah lebih tinggi lagi agar menjadi kebanggan  keluarganya, karena kadang mereka suka putus asa,” imbuhnya.

Sebagian muridnya sering bersedih karena menganggap diri mereka tidak mampu sekolah karena tidak  memiliki orang tua. Namun, Neneng memastikan ada anak muridnya yang diangkat olehnya dan  dijamin sekolahnya agar tidak memikirkan biaya karena sekolah itu penting.

“Alhamdulillah sekarang kami sudah memiliki 40 murid,” ucapnya bersyukur kepada Allah Subhana Wa Ta’ala sembari mempersiapkan acara  santunan yang akan diadakan salah satu dermawan di perumahan Subang Jaya Residence yang sudah  rutin dilakukannya tiap satu bulan.

Selain itu, menurutnya kehadiran para dermawan yang turut membantu dan mendukung pengajian  Abnaaul Khairat menyulut semangat Neneng dan suami supaya terus memberikan ilmu yang  bermanfaat kepada murid-muridnya?muridnya.

Pada kesempatan yang sama salah satu murid, Dini (14), menyampaikan perasaan harunya setiap mengikuti
pengajian apalagi jika ia dan teman-teman pengajian mendapatkan santunan dari para donatur. “Alhamdulillah banyak yang sayang sama kita,” ucap syukurnya kepada Allah Subhana Wa Ta’ala.

Saat ini Dini menjadi anak yatim, namun bercita-cita tinggi untuk membahagiakan Ibundanya. “Cita-cita saya menjadi dokter, mudah-mudahan banyak yang percaya sama pengajian Abnaaul Khairat dan mereka sayang sama kami,” pungkasnya seraya berharap.

 

(cr5/d)