RADARSUKABUMI.com, CIKIDANG— Keberadaan Sub Terminal Cikidang, yang berada di Desa/Kecamatan Cikidang, tidak seperti yang diharapkan saat pembangunannya.
Betapa tidak sejak dibangun dengan anggaran yang cukup besar, keberadaanya tidak optimal dan cenderung tidak terurus. Kondisi itu membuat sejumlah masyarakat menyayangkan kondisi tersebut.
Padahal Terminal yang berdiri diatas lahan sekitar 1000 meter lebih, harusnya dikembangkan agar tidak mubazir. “Sub terminal ini jadi tempat transit angkot jurusan Cibadak-Cikidang dan bus Damri jurusan Cikidang-Lewiliang, namun tidak seramai yang di harapkan, banyak tempat usaha warung yang gulung tikar karena sepi, padahal di sekitar Sub terminal ada tempat wisata arum jeram Al Dera,”ujar Deni Ambon saat di temui di Sub terminal Cikidang, kemarin (26/12).
Deni mengatakan, kini bangunan yang berada disekitar terminal seperti bangunan kios dan los serta rungan pos jaga tidak penah ada yang stay, ditambah tempat berhenti angkutan sudah kondisi rusak berat aspal yang tinggal kerikil.
“Memang sejak pertama dibangun sarana pasar dan terminal ini tidak ramai, ditambah angkot jarang yang berhenti di sini. Entah alasan kenapa awak angkutan enggan memanfaatkan bangunan terminal tersebut. Begitupun warga enggan berjualan dilokasi bangunan itu, ” katanya.
Sejak rampung proyek terminal belum tampak ada aktifitas yang menujang perekonomian warga sekitar. Kalau terus menerus dibiarkan kemungkinan bangunannya akan cepat terlihat kumuh dan rusak.
“Jadi kalau angkot tidak masuk ke Sub terminal, buat apa ada terminal, disini sungguh sangat mubazir, Pemkab harus segera melakukan inovasi dan langkah untuk bisa mendorong kondisi Sub terminal ini lebih hidup,”katanya.



