CIKOLE— Pemindahan pusat pemerintahan baru Kota Sukabumi ke wilayah Kecamatan Cibeureum dari Kecamatan Cikole rupanya semakin nyata, bahkan informasinya saat ini terdapat salah satu investor lokal Sukabumi yang sanggup membangun pusat pemerintahan baru tersebut.
Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bapeeda) Kota Sukabumi Rudi Djuansyah mengatakan, dirinya membenarkan bahwa terdapat satu investor lokal yang berminat untuk membangun pusat pemerintahan baru tersebut. Namun demikian, hingga kini pihaknya belum mengatur sistem kerjasama apabila pemindahan pusat pemerintahan itu dibangun oleh investor.
“Ya, benar ada satu investor yang sudah berminat membangun, bahkan secara keseluruhan. Tapi kami pun belum mengatur sistem kerjasamanya seperti apa, bisa saja menggunakan sitem lelang dan sumber dananya dari investor,” jelasnya kepada Radar Sukabumi, kemarin (31/10).
Kendati demikian, pada tahun depan pemerintah Kota Sukabumi bakal mengucurkan anggran segar sebanyak 10 miliar untuk penyusunan master plane dan pemebebasan tanah. Karena memang, keterbatasan anggaran yang dimiliki oleh Pemerintah Kota Sukabumi menjadikan pembangunan pusat pemerintahan itu dilakukan secara bertahap.
“Tahun depan rencananya ada pembebasan lahan dan penyusunan masterplan, bahkan sudah masuk pada skema anggaran. Saat ini kan tanah baru ada tujuh hektare, sisanya dibebaskan secara perlahan. Targetnya sih mencapai 15 hektar,” terangnya.
Dari hasil kajian tahun 2016 lalu, pembangunan pusat pemerintahan baru itu membutuhkan anggaran sekitar Rp 360 miliar. Maka dari itu, untuk mewujudkannya tidak hanya bisa bertumpu pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Sukabumi saja, melainkan harus ada sumber dana lain.
“Pembnagunan pusat pemerintahan baru itu jelas membutuhkan anggaran yang tidak sedikit, makanya butuh sumber anggaran lain. Mungkin bisa saja dari investor, tapi sekalilagi sistem kerjasamanya harus dibuat terlebih dahulu,” pungkasnya.
(upi/t).



