Persib Bandung mencatatkan tiga kemenangan beruntun. Kali ini, giliran Sriwijaya FC yang harus mengakui ketangguhan Maung Bandung setelah menyerah 0-2 pada laga pekan ke-19 Liga 1 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung Sabtu 4 Agustus 2018.Sebelumnya, Supardi Nasir dan kawan-kawan meraih kemenangan di dua laga tandang saat dijamu Persebaya Surabaya dan PS Tira.
Kemenangan dari Sriwijaya FC menjadi modal berharga sebelum Maung Bandung menjalani laga tandang melawan Mitra Kukar di Stadion Maya Aji Imbut, Tenggarong, Jumat 10 Agustus 2018. Laga tersebut akan menjadi pertandingan tandang terakhir sebelum Liga 1 libur tiga pekan karena Asian Games 2018.
Raihan 3 poin di kandang membuat posisi Persib tetap kokoh di puncak klasemen sementara Liga 1 dengan nilai 35 dari 10 kali menang, 5 kali imbang, dan 4 kali kalah. Maung Bandung unggul 5 poin dari Madura United yang baru mengumpulkan 30 di urutan kedua.
Dua gol untuk kemenangan Persib saat menjamu tim berjuluk Laskar Wong Kito dicetak Jonathan Bauman menit ke-16 dan Patrich Wanggai menit ke-29. Gol tersebt menjadi yang kedelapan untuk Jonathan Bauman dan ketiga untuk Patrich Wanggai.
Kemenangan itu juga sekaligus membalas kekalahan Persib dari Sriwijaya FC pada putaran pertama di Stadion Gelora Jakabaring, Palembang. Saat itu Maung Bandung takluk 1-3.Pelatih kepala Persib, Roberto Carlos Mario Gomez sangat puas dengan raihan poin penuh yang kembali didapat.
“Hasil 3 poin yang penting lainnya bagi kami karena Sriwijaya FC bermain dengan sangat baik dan kuat. Namun, kami juga bermain bagus dengan pemain muda yang juga tampil baik sehingga kami bisa melanjutkan hasil positif ini,” katanya usai pertandingan.
Dia sangat bangga karena para pemainnya terus mengalami peningkatan performa di setiap pertandingan yang telah dijalani. “Kami memang tidak diperkuat beberapa pemain penting seperti Ezechiel N’Douassel , Bojan Malisic, Hariono, dan Tony Sucipto. Namun, kami bisa melanjutkan peningkatan dan ini sangat penting,” ujarnya.
Mengenai keinginan bobotoh yang berharap Persib bisa kembali meraih gelar juara, pelatih berusia 61 tahun tersebut mengatakan, hal tersebut tentunya harus dilakukan secara bertahap.
“Selanjutnya, kami akan fokus untuk pertandingan melawan Mitra Kukar. Sekarang, hitung-hitungan seperti matematika, ketika akan berbicara (meraih juara) itu tidak menjadi masalah. Namun, putaran kedua ini masih panjan, karena masih ada sekira enam bulan lagi untuk bermain. Kami tahu kami mempunyai musuh baik di dalam maupun di luar lapangan dan ini sangat sulit tapi kami akan terus berjuang,” ujarnya.
“Mungkin di luar lapangan beberapa orang tidak suka (dengan Persib) tapi tidak apa-apa, kami ingin melanjutkan perjuangan. Hanya, saat ini fokus kami untuk pertandingan selanjutnya dan beberapa orang ini bukan masalah kami,” katanya.Mengenai evaluasi, pelatih asal Argentina itu menyebut, setiap usai pertandingan, dia bersama jajaran pelatih lainnya selalu melakukan evaluasi untuk perkembangan tim.
Sementara itu, pelatih kepala Sriwijaya FC Subangkit mengatakan, hasil yang diraih timnya memang tidak sesuai dengan harapan karena gagal mencuri poin di kandang Persib.
“Di babak pertama, kami memang banyak tekanan. Saat ada bola lambung, dukungan dari tengah juga kurang. Pada babak kedua ada perubahan sedikit dan sebenanrnya kami juga punya banyak peluang,” ujarnya.Dia mengatakan, ada beberapa pemain yang memang tidak bisa tampil maksimal pada pertandingan ini sehingga dia harus melakukan pergantian pemain pada babak kedua.
“Memang saya sebelumnya di Sriwijaya U-19, setelah Rahmad Darmawan pindah klub, saya naik ke tim senior, ini menjadi tantangan bagi saya, kami nikmati saja, karena saya juga di Liga 1 sudah tidak asing. Saya butuh waktu untuk membangun ikatan dengan pemain, tapi saya pikir tidak lama, karena pemain (besikap) profesional semua. Tidak ada kendala, manajemen juga sudah bicara ke pemain soal masalah yang lalu,” ujarnya.***
(Irfan Subhan)



