SUKABUMI — Nama Nusa Putra University (NPU) kembali mencuri perhatian dunia internasional. Kampus berbasis Sukabumi ini sukses mengantarkan tim mahasiswa internasionalnya meraih First Prize pada kategori AI and Smart Healthcare Track di ajang China International College Students’ Innovation Competition (CICSIC) 2026, salah satu kompetisi inovasi mahasiswa terbesar dan paling bergengsi di dunia.
Prestasi tersebut membuka jalan bagi tim NPU untuk melaju ke tahap regional di Malaysia sebelum berpeluang tampil di Global Finals di Tiongkok bersama para inovator muda terbaik dunia.
Tim NPU terdiri dari mahasiswa internasional Program Studi Teknik Informatika, yakni Asma (Pakistan), Oak Soe Zaw (Myanmar), dan El Mouataz Benmanssour (Maroko), dengan bimbingan Prof. Boyu Do dari Guangxi University, Tiongkok.
Mereka memukau dewan juri lewat inovasi Intelligent Healing Palm Chip, sarung tangan rehabilitasi pintar berbasis Artificial Intelligence (AI) yang dirancang untuk membantu pemulihan pasien stroke, cedera saraf, lansia, hingga individu dengan gangguan fungsi gerak tangan. Perangkat ini juga dilengkapi teknologi triboelectric self-powering yang memungkinkan menghasilkan energi listrik mandiri dari gerakan jari pengguna, sehingga lebih efisien dan ramah untuk penggunaan jangka panjang.
Selain itu, sarung tangan pintar ini memiliki fitur analisis gerakan berbasis AI secara real-time serta sistem pemantauan jarak jauh melalui platform cloud, sehingga tenaga kesehatan dapat memonitor perkembangan pasien tanpa pemeriksaan langsung rutin.
“Rehabilitasi bagi pasien stroke dan cedera saraf masih menjadi tantangan besar, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah terpencil atau memiliki keterbatasan ekonomi. Kami ingin menghadirkan solusi yang memungkinkan pemantauan rehabilitasi dilakukan dari rumah dengan standar mendekati layanan klinis,” ungkap salah satu anggota tim.
Rektor Nusa Putra University, Kurniawan, menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian mahasiswa tersebut.
“Prestasi ini menunjukkan bahwa kolaborasi lintas negara yang tumbuh di lingkungan Nusa Putra University mampu menghasilkan inovasi relevan dengan kebutuhan dunia. Kami bangga melihat mahasiswa tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga menciptakan solusi nyata yang berdampak bagi masyarakat,” ujarnya.






