Sosok, Tokoh, Kadeudeuh

Dari Drum ke Wirausaha, Perjalanan Inspiratif Iwenk

×

Dari Drum ke Wirausaha, Perjalanan Inspiratif Iwenk

Sebarkan artikel ini
Wendy Noviana atau Iwenk, sosok pengusaha sekaligus musisi asal Sukabumi, menjalani hidup dengan semangat kebebasan. Dari Samarinda, Bali, hingga Papua, ia merintis berbagai usaha sebelum kembali ke Sukabumi. Kini, Iwenk aktif mengelola bisnis kuliner, komunitas musik, dan organisasi sosial, menjadi inspirasi generasi muda

SUKABUMI – Bermodal nekat dan mimpi wirausaha, Wendy Noviana atau yang akrab disapa Iwenk, menjelajah berbagai daerah di Nusantara demi masa depan. Pria kelahiran 1983 ini dikenal luas di kalangan pelaku usaha, komunitas musik, hingga organisasi sosial di Kota Sukabumi.

Sejak muda, Iwenk memilih merantau untuk mencari pengalaman dan membangun usaha. Tahun 2008–2012, ia mengelola distro Scissors cabang Samarinda. Setelah itu, ia hijrah ke Bali dan mendirikan WN Surf Bali yang menyediakan kursus surfing dan penyewaan papan selancar di Kuta Beach. Jiwa bisnisnya terus berkembang hingga membuka dealer kendaraan Wendy Motor di Sorong, Papua Barat, pada 2014–2017. “Jatuh bangun dalam usaha itu sudah biasa. Pengalaman hidup di luar kota lebih dari 10 tahun banyak mengajarkan saya menghadapi berbagai tantangan,” tuturnya.

Bank bjb Tandamata

Sekembalinya ke Sukabumi, Iwenk membangun usaha yang lebih dekat dengan masyarakat. Ia kini dikenal sebagai pemilik Romantic Story Sukabumi (party planner), Cemiland dan Mie Ayam Cikole, serta aktif mengelola kawasan kuliner di Jalan Dewi Sartika.

Tak hanya fokus di dunia usaha, Iwenk juga aktif di berbagai komunitas dan organisasi. Ia tercatat sebagai pengurus komunitas Sukabumi Drummer, manager @drumline_indonesia, Ketua Pengurus Tempat Kuliner Jajanan Dago/Dewi Sartika, Kabid Humas GRIB DPC Kota Sukabumi, Bendahara Generasi Muda GRIB, serta Ketua Karang Taruna unit di lingkungannya.

Menurutnya, wirausaha bukan semata soal keuntungan, tetapi tentang kebebasan dalam menjalani hidup. “Walaupun usaha kecil-kecilan, kita sendiri rajanya, tidak ada yang mengatur kita,” katanya sambil tersenyum.