SUKABUMI – Jumat pagi di Perum Gading Kencana Asri, Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Gunungpuyuh, suasana mendadak berubah. Tembok penahan tanah (TPT) sepanjang 5 meter dengan tinggi 4 meter ambruk, menutup akses saluran anak sungai. Material longsoran itu bukan hanya menghambat aliran air, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran warga akan genangan saat hujan deras.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Yoseph Sabaruddin, menegaskan pihaknya langsung bergerak setelah menerima laporan warga. “Telah terjadi TPT longsor yang menutupi akses saluran air anak sungai. Personel sudah berada di lokasi untuk melakukan penanganan awal,” ujarnya.
Delapan personel BPBD diterjunkan untuk melakukan asesmen, pembersihan material, dan memastikan tidak ada potensi bahaya lanjutan. Yoseph menjelaskan, TPT tersebut sebelumnya masuk dalam program Padat Karya tahun 2022, namun kondisi cuaca dan faktor tanah diduga menjadi pemicu longsor.
Bagi warga sekitar, kejadian ini menjadi pengingat bahwa infrastruktur penahan tanah tidak bisa dianggap remeh. “Kami mengimbau masyarakat tetap waspada, terutama saat curah hujan tinggi. Koordinasi dengan kelurahan dan instansi terkait terus dilakukan untuk perbaikan permanen,” tambah Yoseph.




