BERITA UTAMA

Data Falakiyah: Hilal Tak Terlihat, Ramadhan 1447 H Dimulai 19 Februari

×

Data Falakiyah: Hilal Tak Terlihat, Ramadhan 1447 H Dimulai 19 Februari

Sebarkan artikel ini
Petugas falakiyah melakukan ru'yatul hilal
Petugas falakiyah melakukan ru'yatul hilal untuk menentukan awal bulan ramadan 1443 Hijriah menggunakan teropong di Masjid Al-Musyari'in, Basmol, Kembangan, Jakarta, Jumat (1/4/2022). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JAKARTA  – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Aceh memperkirakan awal Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Perhitungan falakiyah menunjukkan posisi hilal pada 29 Syaban masih berada di bawah ufuk, sehingga bulan Syaban harus diistikmalkan menjadi 30 hari.

Bank bjb Tandamata

Kepala Kanwil Kemenag Aceh, Azhari, menyampaikan bahwa rukyatul hilal tetap menjadi acuan dalam penentuan awal bulan hijriah, termasuk Ramadhan. “Berdasarkan data Tim Falakiyah, 1 Ramadhan tahun ini diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026,” ujarnya, Rabu (12/2).

Ia menegaskan, meski perhitungan falakiyah menunjukkan hilal tidak mungkin terlihat, keputusan resmi tetap menunggu pengumuman Menteri Agama yang dijadwalkan pada 17 Februari 2026 pukul 19.00 WIB.

Dalam kesempatan itu, Azhari mengajak umat Islam mempersiapkan diri menyambut Ramadhan dengan meningkatkan kualitas ibadah. “Penting memahami amalan utama di bulan Ramadhan agar ibadah berjalan optimal dan mencapai derajat takwa,” katanya.

Sementara itu, Ketua Tim Falakiyah Kanwil Kemenag Aceh, Alfirdaus Putra, menjelaskan ijtima awal Ramadhan 1447 H terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026 pukul 19.01 WIB, setelah matahari terbenam. Posisi hilal di Observatorium Tgk Chiek Kuta Karang, Lhoknga, Aceh Besar, tercatat minus 0,97 derajat dengan elongasi 0,93 derajat, sehingga dipastikan tidak mungkin terlihat.