SUKABUMI – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Sukabumi menegaskan komitmennya terhadap transparansi dan akuntabilitas publik dengan menggelar rapat evaluasi pelaksanaan Bulan Dana Kemanusiaan PMI Tahun 2025 di Balai Kota Sukabumi. Forum ini sekaligus menjadi bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat sebagai donatur utama.
Ketua PMI Kota Sukabumi, Suranto Sumowiryo, menuturkan bahwa dana yang terkumpul bukan sekadar angka, melainkan hasil nyata dari semangat gotong royong warga. Dana tersebut akan dikembalikan sepenuhnya untuk kepentingan publik melalui berbagai program kemanusiaan.
“Dana Bulan Dana 2025 akan difokuskan untuk penguatan respons kebencanaan, layanan ambulans gratis, pembinaan relawan muda, serta bantuan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Suranto menambahkan, laporan ini menjadi bentuk tanggung jawab moral PMI kepada para donatur. Setiap rupiah yang dihimpun harus memberi dampak langsung bagi kemanusiaan di Kota Sukabumi. Selain evaluasi capaian, rapat juga dimanfaatkan untuk mengidentifikasi kekurangan dalam pelaksanaan Bulan Dana.
“Masukan dari berbagai pihak akan menjadi bahan perbaikan agar penghimpunan dana di tahun-tahun mendatang lebih optimal,” katanya.
Menurutnya, Bulan Dana sangat krusial, terutama untuk mendukung pelayanan darah. “Di Kota Sukabumi, PMI harus menyediakan sekitar 2.000 labu darah setiap bulan, dan itu membutuhkan dukungan berkelanjutan dari masyarakat,” jelasnya.






