DEPOK – Pemerintah Kota Sukabumi resmi menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Indonesia (UI) dan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Balairung UI, Kampus Depok, Senin (2/2/2026). Penandatanganan ini bertepatan dengan peringatan Dies Natalis UI ke-76.
Hadir mewakili Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah konkret Pemkot Sukabumi dalam menjawab tantangan ketenagakerjaan, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta penguatan layanan publik, sejalan dengan visi pembangunan Sukabumi Berbagi.
Kerja sama ini memiliki sejumlah fokus utama, di antaranya menekan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kota Sukabumi yang saat ini tercatat sekitar 15.400 orang. Melalui sinergi dengan BP2MI dan UI, Pemkot akan mendorong program pelatihan vokasi, peningkatan kompetensi tenaga kerja, serta penyediaan informasi peluang kerja ke luar negeri bagi masyarakat.
Selain bidang ketenagakerjaan, kerja sama juga mencakup peningkatan layanan kesehatan melalui kolaborasi antara RSUD Syamsudin, S.H. (RS Bunut) dengan UI. Ruang lingkupnya meliputi pengembangan SDM tenaga medis, peningkatan mutu pelayanan kesehatan, serta riset bersama untuk mendukung inovasi di bidang kesehatan.
Di bidang pengembangan SDM dan tata kelola pemerintahan, kolaborasi dengan UI diarahkan pada penguatan riset daerah, seminar, penelitian kebijakan, serta program pendidikan yang relevan untuk meningkatkan kompetensi aparatur dan masyarakat Kota Sukabumi.
“Hari ini telah dilaksanakan penandatanganan nota kesepahaman yang krusial. Ini adalah bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan solusi bagi warga, terutama dalam hal pendidikan, pelatihan kerja ke luar negeri, hingga riset untuk kemajuan daerah,” ujar Bobby Maulana.






