SUKABUMI — Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Sukabumi sejak Senin dini hari (15/12) menyebabkan banjir besar di Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan. Banjir dipicu oleh meluapnya Sungai Cidadap sekitar pukul 03.00 WIB. Hingga Rabu (17/12) pukul 12.15 WIB, permukiman warga masih terendam air setinggi hingga satu meter.
Berdasarkan data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sukabumi, banjir merendam belasan rumah warga. Sedikitnya 23 kepala keluarga (KK) di Kampung Cisarua, RT 003/RW 015, terisolasi akibat akses jalan yang terputus.
Ketua PMI Kabupaten Sukabumi, dr. Hondo Suwito, menyebutkan bahwa wilayah terdampak meliputi Kampung Sawah Tengah (RT 006/RW 015), Kampung Babakan Cisarua dan Beber (RT 002/RW 015), Kampung Cipanas (RT 005/RW 014), Kampung Cikadaka (RT 003/RW 014), serta Kampung Cisarua (RT 003/RW 015).
“Sebanyak 16 rumah di Kampung Sawah Tengah rusak berat dan hanyut terbawa arus. Selain itu, satu bangunan sekolah, satu tempat ibadah, dan satu madrasah turut terdampak,” ujar Hondo.
Akibat banjir tersebut, 75 KK terpaksa mengungsi dan saat ini ditampung sementara di SDN Kawung Luwuk.
Dalam upaya penanganan, PMI Kabupaten Sukabumi berkoordinasi dengan BPBD, TNI/Polri, Basarnas, Dinas Pemadam Kebakaran, unsur kecamatan, perangkat desa, serta relawan gabungan. Relawan PMI telah dikerahkan sejak awal kejadian untuk membantu evakuasi, melakukan asesmen, serta memantau kondisi posko.
Selain evakuasi, petugas gabungan juga terus mengimbau warga untuk tetap waspada karena hujan masih turun hingga saat ini. Warga yang tinggal di daerah rawan diminta untuk segera mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Adapun kebutuhan mendesak di lokasi pengungsian meliputi family kit, hygiene kit, baby kit, selimut, matras, terpal, peralatan dapur, bahan pangan, dan makanan siap saji.
PMI Kabupaten Sukabumi menyatakan akan terus melakukan pemantauan dan penanganan di lokasi terdampak. Informasi terbaru akan disampaikan sesuai perkembangan di lapangan.(**)




