BERITA UTAMA

Duka di Sukabumi: Pemancing Terseret Ombak Ditemukan Tak Bernyawa

×

Duka di Sukabumi: Pemancing Terseret Ombak Ditemukan Tak Bernyawa

Sebarkan artikel ini
Tim SAR gabungan akhirnya menemukan korban kedua dari insiden dua pemancing yang terseret ombak di Pantai Cikeueus, Desa Girimukti, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi.
Tim SAR gabungan akhirnya menemukan korban kedua dari insiden dua pemancing yang terseret ombak di Pantai Cikeueus, Desa Girimukti, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi.

PALABUHANRATU — Setelah pencarian intensif selama empat hari, Tim SAR gabungan akhirnya menemukan korban kedua dari insiden dua pemancing yang terseret ombak di Pantai Cikeueus, Desa Girimukti, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi.

Korban bernama Ujang Agus ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu (19/11/2025) sekitar pukul 10.00 WIB di perairan Pantai Cibakung, berjarak sekitar dua nautical mile dari lokasi kejadian.

Bank bjb Tandamata

“Alhamdulillah, hari ini Basarnas bersama nelayan, Polair, dan pihak keluarga berhasil menemukan korban atas nama Ujang Agus dalam posisi telungkup,” ujar Koordinator Pos SAR Basarnas Sukabumi, Suryo Adianto.

Saat ditemukan, korban masih mengenakan pakaian lengkap: baju hitam lengan panjang bergambar di bagian belakang, celana hitam, dan sepatu. Pihak keluarga langsung mengenali ciri-ciri tersebut dan jenazah segera dievakuasi ke RS Palabuhanratu untuk penanganan lebih lanjut.

Sebelumnya, satu korban lainnya telah ditemukan pada Selasa (18/11/2025). Kedua korban dilaporkan hilang saat memancing di Pantai Cikeueus pada Minggu pagi (16/11/2025), sekitar pukul 08.15 WIB. Ombak besar yang tiba-tiba datang membuat suasana pesisir panik, setelah saksi melihat keduanya tak mampu melawan arus laut Teluk Palabuhanratu.

Rekan korban, Thalut, membenarkan kabar penemuan tersebut dan turut menunggu bersama keluarga di rumah sakit. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarluaskan foto atau video korban demi menghormati privasi keluarga.

“Mohon kepada masyarakat, kalau mendapat foto atau video, jangan disebarluaskan. Hargai keluarga korban,” tegasnya.

Thalut mengenang Ujang Agus sebagai sosok baik dan pecinta alam. “Beliau hobi mancing, suka kegiatan outdoor, bahkan dulu sempat memelihara burung. Kami pernah satu kantor di Unit Cikembang BRI tahun 2015,” kenangnya.

Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, nelayan lokal, Polair, dan unsur potensi SAR lainnya terus melakukan penyisiran sejak pagi di sepanjang garis pantai dan laut tengah hingga akhirnya berhasil menemukan korban.(ndi/t)