PENDIDIKAN

Kadisdik Jabar Sebut Pelaksanaan MBG Perlu Mitigasi dari Hulu hingga Hilir: Ini 4 Langkahnya

×

Kadisdik Jabar Sebut Pelaksanaan MBG Perlu Mitigasi dari Hulu hingga Hilir: Ini 4 Langkahnya

Sebarkan artikel ini
Purwanto, Kepala Dinas Pendidikan Jabar. (foto: Ist/ Disdik Jabar)
Purwanto, Kepala Dinas Pendidikan Jabar. (foto: Ist/ Disdik Jabar)

BANDUNG – Seperti diketahui, beberapa waktu lalu marak peristiwa keracunan menu makanan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dialami siswa di berbagai daerah di Jawa Barat (Jabar).

Menyikapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jabar, Purwanto, mengatakan bahwa dalam pelaksanaan MBG perlu dilakukan mitigasi dari hulu hingga hilir agar dapat berjalan dengan baik.

Bank bjb Tandamata

Menurut dia, ada empat langkah yang harus ditempuh untuk memastikan agar siswa mengonsumsi makanan sehat dan bergizi (MBG -red), yaitu:

1. Standar Operating Procedure (SOP) harus selalu dipatuhi.

2. Bangun pola komunikasi yang baik antara sekolah dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

3. Optimalkan fungsi UKS di sekolah.

4. Jaga kebersihan lingkungan sekolah

Purwanto menjelaskan terkait SOP mulai dari penyiapan bahan baku, penyajian, pengemasan hingga pengawasan harus benar-benar sesuai dengan kualifikasi. Selain itu, kata dia komunikasi antara SPPG dan pihak sekolah harus dibangun secara terbuka.

“Selama ini, ada beberapa SPPG yang tertutup, maka harus ada komunikasi,” ujarnya, kutip laman Disdik Jabar, pada Rabu (8/10/2025).

“Komunikasi juga penting untuk mengantisipasi terkait kebutuhan siswa. Misalnya, jika ada siswa yang alergi makan telur, maka jangan sampai diberi telur. Lakukan survei alergi makanan,” kata dia menambahkan.

Kemudian, pihak satuan pendidikan (sekolah) juga diminta mengoptimalkan peran UKS guna mewujudkan peserta didik yang sehat dan cerdas melalui 3 aspek. Yakni pendidikan kesehatan dan, pelayanan kesehatan, serta pembinaan lingkungan sekolah sehat.

“Perhatikan lingkungan. Jika lingkungan, mulai dari kelas, dan bangunan sekolah tidak bersih, itu juga harus dimitigasi,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah III Bangda pada Kementerian Dalam Negeri, TB Chaerul menambahkan, bahwa pihaknya juga ingin mengetahui secara langsung mekanisme pelaksanaan MBG di sekolah, termasuk inovasi dan tantangan yang dihadapi.

“Kami berharap di Kota Bandung tidak terjadi keracunan. Karena itu, kami pun sedang menginventarisiasi apa saja yang menjadi penyebab masalah,” ucapnya. (Ron/Niz)