BANDUNG – Tim dosen dari Politeknik Negeri Bandung (Polban) menunjukkan kepedulian terhadap pendidikan vokasi dan isu lingkungan dengan menggelar kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Pembuatan Reaktor Aerob dan Anaerob sebagai Media Penunjang Mata Pelajaran Pengolahan Limbah” di SMK Negeri 7 Bandung.
Program ini difokuskan untuk mendukung proses pembelajaran siswa jurusan Teknik Kimia Industri melalui penyediaan alat bantu berupa reaktor pengolahan limbah skala laboratorium. Reaktor ini akan menjadi sarana belajar praktik yang memudahkan siswa memahami konsep pengolahan limbah secara biologis, baik secara aerob (menggunakan oksigen) maupun anaerob (tanpa oksigen).
Ketua tim pengabdian, yang juga dosen Jurusan Teknik Kimia Polban, Tifa Paramitha, S.T., M.T., menyampaikan bahwa kehadiran alat ini penting agar siswa tidak hanya paham teori, tetapi juga terbiasa dengan kondisi lapangan yang sesungguhnya. “Kami ingin siswa SMK memiliki pengalaman belajar yang kontekstual, relevan, dan mendekati praktik industri,” ujarnya.
Reaktor dibuat dari bahan yang sederhana namun fungsional, dirancang agar mudah digunakan dalam kegiatan belajar mengajar. Selain itu, tim dosen juga memberikan pelatihan kepada guru dan siswa agar alat ini dapat dimanfaatkan secara maksimal dan berkelanjutan.
Guru SMK Negeri 7 Bandung menyambut baik program ini. “Fasilitas ini akan sangat mendukung siswa kami dalam memahami proses pengolahan limbah secara nyata. Terima kasih kepada tim dosen Polban yang telah berkontribusi bagi kemajuan pendidikan kami,” tuturnya.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata kolaborasi antara pendidikan tinggi vokasi dan pendidikan menengah kejuruan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan kesadaran lingkungan sejak dini. Dengan dukungan seperti ini, lulusan SMK diharapkan semakin siap bersaing di dunia kerja dan mampu menjawab tantangan industri masa depan. (sri)






