KABUPATEN SUKABUMI

Desa Purwasari Wakili Jabar di Ajang Nasional, Asjap Targetkan Zero New Stunting

×

Desa Purwasari Wakili Jabar di Ajang Nasional, Asjap Targetkan Zero New Stunting

Sebarkan artikel ini
FOTO : UNTUK RADAR SUKABUMI SAMBUTAN : Bupati Sukabumi, Asep Japar saat memberikan sambutan di STC Desa Purwasari, Kecamatan Cicurug pada Kamis (28/8).
SAMBUTAN : Bupati Sukabumi, Asep Japar saat memberikan sambutan di STC Desa Purwasari, Kecamatan Cicurug pada Kamis (28/8).(FOTO : UNTUK RADAR SUKABUMI)

SUKABUMI — Desa Purwasari, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, resmi ditetapkan sebagai wakil Jawa Barat dalam Lomba Desa Berkinerja Baik (DBB) Konvergensi Pencegahan dan Penurunan Stunting 2025 tingkat nasional. Penetapan ini dilakukan usai verifikasi lapangan di Stunting Education Center (STC) Purwasari, Kamis (28/8).

Prestasi ini menjadi bukti nyata kerja kolektif masyarakat Purwasari dalam menekan angka stunting sekaligus membangun ketahanan pangan berbasis lokal.

Bank bjb Tandamata

Perwakilan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Jawa Barat, Mochamad Ade Afriandi, menyebut Purwasari unggul karena mampu mengintegrasikan edukasi gizi dengan penguatan ekonomi desa. “Inovasi di sektor peternakan dan ketahanan pangan menjadi nilai tambah yang membedakan Purwasari dari desa lain,” ujarnya.

STC Purwasari kini menjadi pusat edukasi gizi dan kesehatan, sekaligus ruang belajar bagi kader, ibu hamil, dan remaja. Program peternakan terpadu yang digagas desa turut menyokong ketersediaan protein hewani untuk mencegah gizi buruk.

Bupati Sukabumi, Asep Japar, menyambut capaian ini dengan optimisme. Ia menegaskan bahwa penurunan prevalensi stunting di Sukabumi, yang kini berada di angka 20,5 persen, merupakan hasil nyata dari kolaborasi pentahelix antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, organisasi profesi, dan masyarakat.

“Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, kami optimistis menuju Sukabumi Zero New Stunting,” tegasnya.

Delapan aksi konvergensi telah dijalankan, mulai dari penetapan desa prioritas, penguatan kader, hingga digitalisasi data gizi. Meski demikian, tantangan seperti keterbatasan sumber daya dan kesenjangan data masih menjadi perhatian.