KOTA SUKABUMI

Wakil Wali Kota Sukabumi Kucurkan Bantuan Pangan untuk Pulihkan Daya Beli Warga

×

Wakil Wali Kota Sukabumi Kucurkan Bantuan Pangan untuk Pulihkan Daya Beli Warga

Sebarkan artikel ini
PENYALURAN: Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana saat penyaluran bantuan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) di Kantor Kelurahan Sukakarya.
PENYALURAN: Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana saat penyaluran bantuan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) di Kantor Kelurahan Sukakarya.

SUKABUMI — Upaya Pemerintah Kota Sukabumi dalam menjaga kesejahteraan warganya kembali ditunjukkan lewat penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) yang dilakukan di Kantor Kelurahan Sukakarya. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang masih belum sepenuhnya pulih.

Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, secara langsung hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menyampaikan bahwa bantuan pangan ini merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah terhadap warga yang terdampak secara ekonomi, terutama mereka yang daya belinya melemah.

Bank bjb Tandamata

“Ini adalah bagian dari perhatian pemerintah terhadap kondisi masyarakat. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban dan menjaga ketahanan pangan warga,” kata Bobby kepada awak media.

Di sisi lain, Kepala Bulog Regional Cianjur dan Sukabumi, Yanto Nurdianto, menjelaskan bahwa jumlah penerima bantuan CPP untuk Kota Sukabumi mencapai 22.227 keluarga. Setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mendapatkan alokasi 20 kilogram beras, yang mencakup jatah bantuan untuk Bulan Juni dan Juli tahun ini.

Menurut Yanto, program CPP merupakan penugasan dari Badan Pangan Nasional kepada Perum Bulog, yang tidak hanya bertugas mengelola cadangan beras nasional, tetapi juga memastikan distribusinya kepada masyarakat. Ia menyebutkan bahwa beras yang disalurkan adalah hasil serapan dari petani lokal dan telah melewati proses penyimpanan sesuai standar kelayakan konsumsi.

Meski jumlah penerima bantuan tahun ini mengalami penurunan sekitar 4.000 keluarga dibanding periode sebelumnya, Yanto menegaskan bahwa kualitas bantuan tetap terjaga. “Kami pastikan beras yang diterima masyarakat adalah beras medium berkualitas,” ungkapnya.