BERITA UTAMA

Gubernur Jabar dan KASAD Resmikan Sistem Irigasi untuk 424 Hektare Sawah di Ciracap Sukabumi

×

Gubernur Jabar dan KASAD Resmikan Sistem Irigasi untuk 424 Hektare Sawah di Ciracap Sukabumi

Sebarkan artikel ini
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Selasa (21/7/2025), dalam rangka meresmikan sistem irigasi baru untuk mendukung program swasembada pangan nasional. (Foto oleh Nandi / Radar Sukabumi)
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Selasa (21/7/2025), dalam rangka meresmikan sistem irigasi baru untuk mendukung program swasembada pangan nasional.(Foto oleh Nandi / Radar Sukabumi)

SUKABUMI — Ribuan warga Desa Pangumbahan, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi menyambut antusias kedatangan Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi dan Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Selasa (21/7/2025), dalam rangka meresmikan sistem irigasi baru untuk mendukung program swasembada pangan nasional.

Dalam pernyataannya, Jenderal Maruli menegaskan bahwa proyek tersebut akan mengairi 424 hektare lahan pertanian tadah hujan dan mendorong peningkatan frekuensi panen dari satu kali menjadi dua hingga tiga kali per tahun.

Bank bjb Tandamata

“Alhamdulillah, sawah tadah hujan kini bisa diairi optimal. Kami harap panen meningkat menjadi dua bahkan tiga kali setahun,”ujar Maruli.

Ia juga menyoroti sinergi antarinstansi, termasuk kehadiran Gubernur, Kepala Bulog, Kapolda Jabar, dan perwakilan Pangdam, sebagai langkah strategis mendorong pertumbuhan sektor pertanian di Jawa Barat.

Selain irigasi, TNI AD turut berkomitmen dalam penyediaan air bersih melalui pembangunan 300 titik distribusi di wilayah Jabar. Maruli menyatakan target percepatan pembangunan akan ditingkatkan, terutama bagi fasilitas publik seperti sekolah.

“Bersama Pak Gubernur, pembangunan titik air bersih akan kami lipatgandakan,” katanya.

Gubernur Dedi Mulyadi mengapresiasi kolaborasi dengan TNI AD dan menekankan bahwa irigasi pertanian dan akses air bersih merupakan prioritas pembangunan di Jawa Barat. Ia berambisi menuntaskan persoalan sawah tadah hujan dalam dua tahun ke depan.

“Pertanian adalah tulang punggung ekonomi rakyat. Kita harus pastikan sistem pengairannya terjamin,” tegasnya.

Dedi juga menggarisbawahi perlunya pemerataan pendidikan di tingkat SD dan SMP, serta percepatan akses air bersih di seluruh pelosok.

“Target saya tahun ini ada 1.000 titik air bersih dan penambahan sekolah agar rata-rata lama pendidikan meningkat,” tuturnya.

Di akhir kunjungan, Gubernur menyampaikan harapan akan perubahan signifikan di Jawa Barat dan menyelipkan humor mengenai nama-nama kampung yang berawalan “cai” namun masih kekurangan air.

“Namanya Cimahi, airnya cukup. Cisaat, airnya kurang. Ironi yang harus kita ubah,” pungkasnya.(ndi/d)