Sukabumi – Kelompok Tani Wanasari 2 seringkali menghadapi kendala dalam mengoptimalkan hasil panen lemon yang melimpah. Selama ini, lemon hanya dijual dalam bentuk mentahannya saja tanpa adanya pengolahan lebih lanjut.
Sehingga, ketika panen harga jual lemon relatif rendah serta tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan ekonomi petani. Padahal lemon memiliki berbagai keunggulan yang bernilai tinggi, baik dari segi kandungan gizi, manfaat kesehatan maupun potensi pengolahan.
Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan ini adalah dengan mengolah lemon menjadi sebuah produk yang bernilai ekonomis sebagai alternatif penjualan. Pengolahan ini bukan sekadar alternatif penjualan, tetapi juga strategi diversifikasi ekonomi yang berpotensi memberikan keuntungan lebih besar bagi para petani.
Melihat potensi tersebut, Program Studi Pendidikan Biologi menjalin kemitraan dengan kelompok tani Wanasari 2 dalam rangka pelaksanaan pengembangan bioedupreneur. Kolaborasi ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengatasi permasalahan lokal melalui solusi berbais keilmuan di bidang biologi yang aplikatif di lapangan serta mendorong pengembangan ekonomi masyarakat khususnya kelompok tani wanasari 2.
Dosen serta mahasiswa pendidikan biologi yang terlibat dalam program ini bekerja sama langsung dengan komunitas petani lemon untuk mengembangkan inovasi produk dari hasil panen lemon, Produk yang dikembangkan mencakup berbagai olahan pangan, minuman, sabun alami, serta bentuk diversifikasi produk lainnya yang memiliki nilai jual lebih tinggi.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi media penerapan ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan, tetapi juga merupakan wujud nyata kontribusi pendidikan tinggi terhadap penguatan ekonomi lokal. Kolaborasi ini diharapkan menjadi model sinergi antara perguruan tinggi dan komunitas lokal dalam mengatasi permasalahan riil, sekaligus membangun ekonomi berbasis potensi lokal secara berkelanjutan. ***






